Rabu, 7 Oktober 2026

Beyond the Beach: Ketika Wisatawan Meracik Cerita dan Suvenirnya Sendiri di Bali

BAGIKAN:
Beyond the Beach: Ketika Wisatawan Meracik Cerita dan Suveni...
0
Beyond the Beach: Ketika Wisatawan Meracik Cerita dan Suvenirnya Sendiri di Bali
Dokumentasi Pribadi milik Tropicase.bar

​Duduk santai di tepi pantai sambil menunggu matahari tenggelam atau menghabiskan sore di beach club mungkin masih menjadi agenda wajib saat pelesiran ke Bali. Namun, jika diperhatikan lebih dekat, lanskap liburan di Pulau Dewata kini perlahan bergeser. Wisatawan tak lagi sekadar berburu foto estetik untuk linimasa media sosial. mereka mulai mencari experience dari sebuah pengalaman personal yang bisa dirasakan langsung dan membawa pulang cerita yang bermakna.

​Pergeseran tren ini berangkat dari pertanyaan klasik yang kerap muncul menjelang akhir masa liburan: oleh-oleh apa yang benar-benar berkesan untuk dibawa pulang?

img-20260818-wa0026.webp

​Selama bertahun-tahun, suvenir wisata kerap identik dengan barang-barang produksi massal yang seragam. Dari kaus sablon khas hingga gantungan kunci pabrikan, pilihan tersebut sering kali kehilangan sentuhan personal. Di tengah fenomena experience economy, wisatawan modern baik domestik maupun mancanegara menginginkan sesuatu yang lebih autentik. Mereka ingin menjadi bagian dari proses penciptaan memori itu sendiri.

​Menjawab dinamika tersebut, geliat ekonomi kreatif di Bali melahirkan berbagai alternatif aktivitas do-it-yourself (DIY). Salah satu fenomena menarik yang mulai mencuri perhatian di sejumlah pop-up market dan sudut kreatif Bali adalah kehadiran Tropicase.

​Bukan sekadar gerai aksesori, Tropicase menawarkan ruang berkreasi di mana pengunjung diajak merancang dan mendekorasi casing ponsel mereka sendiri. Di meja-meja kreatif yang disediakan, para pelancong terlihat asyik memilih kombinasi warna, menata charms, hingga menempelkan stiker dekoratif yang mewakili suasana hati serta momen perjalanan mereka di Bali.

​Aktivitas ini menghadirkan pengalaman taktil yang menenangkan sekaligus menyenangkan. Wisatawan lintas negara, dari solo traveler hingga keluarga, duduk bersama menumpahkan imajinasi mereka ke atas sebidang pelindung ponsel.

img-20260818-wa0031.webp

​Sang pencetus ide, Andi Muhammad Yusran Yusuf, melihat bahwa daya tarik utama dari konsep ini terletak pada nilai emosional di balik hasil akhirnya. Menurutnya, suvenir yang dibuat sendiri memiliki ikatan personal yang jauh lebih kuat dibanding barang yang tinggal diambil dari rak pajangan. Ketika wisatawan kembali ke rutinitas harian di kota asalnya, benda yang digunakan setiap hari seperti ponsel menjadi pengingat nyata tentang perjalanan dan waktu yang mereka habiskan di Bali.

​Konsep creative tourism seperti ini membuktikan bahwa daya tarik wisata Bali terus berkembang melampaui keindahan alam semata. Pariwisata kini berpadu apik dengan wadah ekspresi diri. Pada akhirnya, oleh-oleh terbaik bukan lagi soal seberapa mahal harganya, melainkan seberapa banyak cerita dan memori yang berhasil dirangkum di dalamnya.

Bibir Sumbing Bisa Terdeteksi Sejak Kehamilan, Ini yang Perlu Diperhatikan
Artikel Selanjutnya

Bibir Sumbing Bisa Terdeteksi Sejak Kehamilan, Ini yang Perlu Diperhatikan

Kontributor: Ghefira Lia
Diterbitkan: 20 Agustus 2026, 10:27 WIB · Diperbarui: 20 Agustus 2026, 19:38 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Dari Kerokan ke Algoritma: Ketika Pengobatan Tradisional Bertemu Dunia Digital

Konten dari Pengguna Opini Senin, 28 September 2026 | 14:01 WIB

ILHAM 7S: Kreator Gaming Indonesia dengan Perjalanan Konsisten Membangun Komunitas Digital

Konten dari Pengguna Cerita Kamis, 24 September 2026 | 08:46 WIB

JENI NUR AINI Menuntaskan 10K Pertama di TNI Run 2026

Konten dari Pengguna Cerita Minggu, 20 September 2026 | 12:27 WIB

JIKA NEGERIKU BERSIH DARI KORUPSI

Konten Redaksi Jumat, 4 September 2026 | 20:44 WIB

Literasi bukan hanya soal membaca : Ketika masyarakat kehilangan kemampuan memahami

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 1 September 2026 | 13:38 WIB

“Inside Out” Dorong Kemandirian Mitra dalam Pemberdayaan Anak Marginal di Panti Asuhan Miftahul Huda Blitar

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Beyond the Beach: Ketika Wisatawan Meracik Cerita dan Suvenirnya Sendiri di Bali

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:27 WIB

Bibir Sumbing Bisa Terdeteksi Sejak Kehamilan, Ini yang Perlu Diperhatikan

Konten Redaksi Senin, 10 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Ancaman Kesehatan di Balik Kebiasaan Tidur Larut Malam yang Sering Diabaikan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 5 Agustus 2026 | 09:11 WIB