Jumat, 14 Agustus 2026
Login Kirim Tulisan

Tak Biasa! Water Cannon Polri Disulap Jadi ‘Irigasi Darurat’ untuk Sawah Petani Sidrap

BAGIKAN:
Tak Biasa! Water Cannon Polri Disulap Jadi ‘Irigasi Darurat’...
0
Tak Biasa! Water Cannon Polri Disulap Jadi ‘Irigasi Darurat’ untuk Sawah Petani Sidrap
Iklan

SIDRAP – Di tengah ancaman kekeringan yang semakin menghimpit petani, langkah tak biasa dilakukan aparat kepolisian di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) yang selama ini identik dengan tugas pengamanan diturunkan langsung ke area persawahan untuk membantu menyuplai air bagi tanaman padi.

Langkah tersebut dilakukan Polres Sidrap bersama Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan sebagai bentuk kepedulian terhadap petani yang menghadapi ancaman gagal panen akibat kemarau panjang.

Sekitar 1.300 hektare lahan persawahan di Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae, berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Kemarau yang berlangsung kurang lebih satu setengah bulan membuat saluran irigasi mengering. Bahkan, sejumlah sumur bor milik warga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan air untuk persawahan.

Situasi tersebut menjadi persoalan serius karena tanaman padi diperkirakan masih membutuhkan waktu sekitar satu bulan sebelum memasuki masa panen. Tanpa pasokan air yang memadai, tanaman berisiko mengalami kerusakan hingga gagal panen.

Melihat kondisi itu, kepolisian bergerak cepat. Pada Minggu, 9 Agustus 2026, Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda bersama personel Brimob turun langsung membantu mengairi sawah warga.

Bukan hanya sekali, bantuan penyediaan air kembali dilakukan pada Selasa, 11 Agustus 2026, di Desa Aka-Akae, Kecamatan Watang Sidenreng. Saat itu, pendistribusian air telah memasuki hari ketiga sebagai bagian dari upaya berkelanjutan membantu petani menghadapi dampak kekeringan.

Dua unit kendaraan AWC dikerahkan untuk mengangkut dan menyalurkan air ke area persawahan. Dalam satu kali pendistribusian, kedua kendaraan tersebut mampu membawa sekitar 10 kubik atau 10.000 liter air.

Air kemudian disalurkan ke lahan-lahan pertanian yang membutuhkan. Meski jumlah tersebut belum dapat menggantikan fungsi jaringan irigasi secara keseluruhan, bantuan itu menjadi langkah penting untuk menjaga tanaman padi tetap mendapatkan pasokan air selama kondisi kekeringan berlangsung.

Iklan
Unik! Rayakan HUT ke-81 RI, Warga Ditantang Tarik Bus di Terminal Lebak Bulus
Artikel Selanjutnya

Unik! Rayakan HUT ke-81 RI, Warga Ditantang Tarik Bus di Terminal Lebak Bulus

Iklan
Iklan
Penulis: Yustinus Agus
Diterbitkan: 14 Agustus 2026, 20:45 WIB · Diperbarui: 14 Agustus 2026, 20:45 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Maaf, Adblocker Terdeteksi

Iklan adalah sumber pendapatan kami untuk menyajikan berita berkualitas. Mohon nonaktifkan Adblocker Anda, lalu muat ulang halaman.