CILEGON, 26 Agustus 2026 — Suasana pagi di SMKN 1 Cilegon tidak hanya diisi dengan persiapan menuju kegiatan belajar mengajar. Setiap Rabu pagi, para peserta didik juga diajak meluangkan waktu untuk membaca buku melalui program RABU (Rajin Baca Buku).
Program tersebut menjadi salah satu langkah sekolah dalam membangun budaya literasi sekaligus mendorong peningkatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik. Kegiatan dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu mulai pukul 07.00 hingga 07.30 WIB, sebelum pembelajaran di kelas dimulai.
Selama sekitar 30 menit, siswa mendapatkan kesempatan untuk membaca secara mandiri. Mereka yang memperoleh jadwal membaca diwajibkan membawa buku bacaan dari rumah. Buku yang dibawa bukan buku paket pelajaran, melainkan bacaan yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pihak sekolah.
Salah satu pihak sekolah, Ujang Dindin, mengatakan program RABU hadir sebagai bentuk kepedulian sekolah terhadap kemampuan literasi dan numerasi peserta didik yang masih perlu terus ditingkatkan.
“RABU ini kita buat karena kemampuan literasi dan numerasi anak-anak masih perlu ditingkatkan,” ujar Pak Ujang Dindin.
Menurutnya, kebiasaan membaca tidak hanya berkaitan dengan kemampuan siswa dalam memahami sebuah bacaan. Lebih jauh, kemampuan tersebut juga berpengaruh terhadap proses pembelajaran secara keseluruhan.
Kemampuan memahami informasi menjadi salah satu keterampilan penting yang dibutuhkan siswa ketika mengikuti pembelajaran. Tidak sedikit materi pelajaran maupun soal yang menuntut peserta didik mampu membaca, memahami informasi, kemudian menentukan jawaban berdasarkan informasi tersebut.
Karena itu, sekolah berupaya membangun kebiasaan membaca secara bertahap melalui kegiatan yang sederhana namun dilakukan secara konsisten.
RABU tidak dirancang sebagai kegiatan membaca yang hanya dilakukan sesekali. Pelaksanaannya yang dijadwalkan setiap pekan diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif sehingga aktivitas membaca dapat menjadi bagian dari keseharian peserta didik.