Garut, 14 Oktober 2026 — MIS Ar-Raudhotun Nur, Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, terus memperkuat program unggulan Tahfidz Al-Qur’an sebagai upaya menumbuhkan generasi yang mencintai Al-Qur’an. Program ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam membangun peserta didik yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berpegang pada nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala MIS Ar-Raudhotun Nur, Mutiara Selandiana Effendi, S.Pd., Gr., menaruh perhatian serius terhadap pengembangan program Tahfidz Al-Qur’an. Keseriusan tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan para ustadz dan ustadzah yang memiliki kemampuan serta kompetensi di bidang Al-Qur’an. Langkah ini diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran tahfidz secara terarah, sekaligus memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik.
Bagi Mutiara, kerja sama dengan tenaga pembimbing yang memiliki kemampuan di bidang Al-Qur’an merupakan langkah nyata dalam mewujudkan tujuan madrasah untuk mencetak generasi Qur’ani. Menurutnya, pendidikan di madrasah tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus memberikan ruang bagi penguatan nilai-nilai keagamaan, pembentukan karakter, dan pembiasaan perilaku yang baik. “Program Tahfidz Al-Qur’an merupakan salah satu ikhtiar kami untuk menumbuhkan generasi yang mencintai Al-Qur’an. Kami ingin madrasah menjadi tempat yang tidak hanya melahirkan peserta didik berprestasi secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan,” ungkap Mutiara.
Menurut Mutiara, kehadiran para pembimbing tahfidz menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan program tersebut. Melalui pendampingan yang tepat, peserta didik diharapkan dapat belajar membaca, menghafal, dan menjaga hafalan Al-Qur’an secara bertahap. Selain itu, proses pembelajaran juga diarahkan untuk menumbuhkan kedisiplinan, kesabaran, ketekunan, serta tanggung jawab dalam menjalankan kegiatan menghafal.
Sejalan dengan pandangan tersebut, Ustadz Baban Abdul Rahman selaku guru pembimbing Tahfidz Al-Qur’an menegaskan bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an perlu ditanamkan sejak usia dini. Menurutnya, masa pendidikan dasar merupakan kesempatan penting untuk membangun kedekatan anak dengan kitab suci melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dan pendampingan yang sesuai dengan perkembangan peserta didik. “Menanamkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an harus dimulai sejak dini. Anak-anak perlu dibiasakan berinteraksi dengan Al-Qur’an, baik melalui kegiatan membaca maupun menghafal. Harapannya, Al-Qur’an tidak hanya menjadi sesuatu yang mereka hafalkan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka hingga dewasa,” tutur Ustadz Baban.
Dalam pelaksanaannya, program Tahfidz Al-Qur’an membutuhkan kesungguhan dari berbagai pihak. Guru pembimbing berperan dalam mendampingi proses belajar, sementara dukungan kepala madrasah, guru lainnya, dan orang tua menjadi unsur penting untuk menjaga konsistensi peserta didik. Lingkungan yang mendukung diharapkan dapat membantu anak menjalani proses menghafal dengan lebih nyaman, sekaligus membangun kebiasaan berinteraksi dengan Al-Qur’an di madrasah maupun di rumah.
Program ini juga memiliki nilai pendidikan karakter yang tidak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran. Menghafal Al-Qur’an memerlukan ketekunan, pengulangan, kesabaran, dan kedisiplinan. Melalui proses tersebut, peserta didik diharapkan belajar menghargai waktu, membangun tanggung jawab, serta mengembangkan sikap rendah hati dan menghormati orang lain. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi perkembangan pribadi anak di tengah kehidupan sosial yang terus berubah.
MIS Ar-Raudhotun Nur berharap program unggulan Tahfidz Al-Qur’an dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi peserta didik. Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah hafalan yang berhasil dicapai, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran untuk membaca, mempelajari, mencintai, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, tahfidz menjadi bagian dari proses pendidikan yang menyentuh aspek pengetahuan, spiritualitas, dan pembentukan akhlak.
Melalui kolaborasi antara madrasah dan para pembimbing yang memiliki kemampuan di bidang Al-Qur’an, MIS Ar-Raudhotun Nur berupaya menghadirkan pendidikan yang seimbang antara pengembangan akademik dan penguatan nilai keagamaan. Komitmen tersebut diharapkan dapat menumbuhkan generasi Qur’ani yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an, berakhlak baik, serta mampu menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan keluarga, lingkungan madrasah, dan masyarakat.
Program Tahfidz Al-Qur’an pun menjadi salah satu langkah MIS Ar-Raudhotun Nur dalam meneguhkan peran madrasah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kecerdasan, tetapi juga membangun karakter dan spiritualitas peserta didik. Melalui pembiasaan sejak dini dan pendampingan yang berkelanjutan, madrasah berharap kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat tumbuh menjadi bagian dari perjalanan hidup setiap peserta didik.