Garut, 06 Oktober 2026 — Siswa kelas IV dan V MIS Ar-Raudhotun Nur mengikuti kunjungan edukatif ke Perpustakaan Daerah Kabupaten Garut yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Garut (DISPUSIP), Rabu (7/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas melalui pembelajaran di luar kelas. Dalam kunjungan tersebut, siswa diperkenalkan dengan perpustakaan sebagai salah satu ruang belajar yang menyediakan berbagai sumber pengetahuan. Tidak hanya membaca buku, siswa juga mendapatkan wawasan mengenai sejarah dan kekayaan budaya Kabupaten Garut. Mereka juga dikenalkan dengan perjalanan pemerintahan daerah serta para bupati yang pernah memimpin Garut sejak masa awal hingga kepemimpinan saat ini.
Kegiatan tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi siswa yang selama ini lebih banyak memperoleh pembelajaran melalui buku dan penjelasan guru di dalam kelas. Dengan datang secara langsung ke perpustakaan daerah, siswa dapat melihat berbagai koleksi dan memahami bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, tetapi juga ruang untuk mencari informasi, belajar, dan mengenal berbagai pengetahuan. Kepala MIS Ar-Raudhotun Nur, Mutiara Selandiana Effendi, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi sarana edukasi yang sangat baik untuk memberikan pengalaman baru kepada siswa. Menurutnya, pembelajaran melalui pengalaman langsung dapat memberikan kesan yang lebih kuat bagi siswa. “Kunjungan ke perpustakaan daerah ini menjadi sarana edukasi yang sangat baik, terutama untuk memberikan pengalaman kepada siswa. Anak-anak dapat melihat secara langsung bahwa ada tempat yang menyediakan begitu banyak sumber pengetahuan, termasuk informasi mengenai sejarah dan budaya Kabupaten Garut,” ujar Mutiara.
Mutiara juga menilai masih banyak siswa, khususnya yang tinggal di wilayah pegunungan dan pelosok perkampungan Kabupaten Garut, yang belum mengetahui keberadaan perpustakaan daerah. Karena itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi madrasah untuk mengenalkan fasilitas literasi kepada siswa sejak dini. “Tidak sedikit anak-anak di wilayah Kabupaten Garut, terutama yang berada di daerah pegunungan dan pelosok perkampungan, yang belum mengetahui bahwa Garut memiliki perpustakaan daerah yang cukup besar. Kami ingin mereka mengetahui bahwa perpustakaan dapat menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar dan menemukan pengetahuan,” tambahnya.
Senada dengan Mutiara, Lilis Siti Aisyah, S.Pd., guru kelas V yang turut mendampingi siswa, menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk outing class. Menurut Lilis, belajar di luar kelas memberikan suasana baru sekaligus membuka kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pengalaman secara langsung. “Ini menjadi kegiatan outing class bagi siswa. Mereka mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya. Jika di kelas mereka belajar melalui buku dan penjelasan guru, kali ini mereka dapat melihat langsung perpustakaan serta mengenal sejarah dan budaya Garut,” ungkap Lilis.
Kunjungan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan minat baca sekaligus memperkuat budaya literasi siswa. Melalui pengalaman mengenal sejarah dan budaya daerah secara langsung, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga diharapkan semakin mengenal, menghargai, dan bangga terhadap daerah tempat mereka tumbuh.