Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Kondisi wilayah yang aman dan nyaman membutuhkan dukungan serta partisipasi seluruh lapisan masyarakat.
Karena itu, Polres Serang memandang seluruh elemen masyarakat sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Hari ini kita duduk bersama. Ada anggota Polri, ojol, buruh, ormas, pemuda, kepala desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Tidak ada sekat di antara kita, karena bagi kami di Polres Serang, seluruh elemen masyarakat adalah mitra dan saudara dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” ungkapnya.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk mengedepankan komunikasi dan musyawarah ketika menghadapi persoalan. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dapat mencegah kesalahpahaman berkembang menjadi konflik.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama informasi yang beredar melalui media sosial.
“Kalau ada persoalan, sampaikan kepada kami. Kalau ada aspirasi, mari kita komunikasikan. Kalau ada potensi gangguan keamanan, informasikan kepada kami. Insyaallah selama komunikasi dan silaturahmi tetap terjaga, setiap persoalan dapat kita hadapi dan selesaikan bersama-sama,” jelasnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kepolisian ingin membangun pola hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. Polres Serang diharapkan tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga aktif membangun komunikasi, mendengarkan aspirasi, serta menjaga hubungan baik dengan seluruh komponen masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan, Polres Serang juga menyerahkan tali asih secara simbolis kepada sejumlah perwakilan elemen masyarakat, mulai dari ojol, organisasi kemasyarakatan, serikat buruh, organisasi kepemudaan hingga kelompok masyarakat lainnya.