Data perencanaan Pemerintah Kota Serang sebelumnya juga menunjukkan bahwa rasio guru dan murid berbeda antara jenjang pendidikan. Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Serang 2026 mencatat rasio guru terhadap murid pada jenjang SD/MI sekitar 1:23, sedangkan pada jenjang SMP/MTs sekitar 1:16 berdasarkan data 2024.
Meski demikian, rasio tersebut tidak serta-merta menggambarkan pemerataan guru di setiap sekolah. Sebab, persoalan tenaga pendidik juga dipengaruhi oleh distribusi sekolah, mata pelajaran, status kepegawaian, hingga kebutuhan pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dindikbud Kota Serang berencana berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Koordinasi diperlukan untuk mencari solusi terhadap kebutuhan tambahan tenaga pendidik sekaligus menyesuaikan kebijakan daerah dengan ketersediaan formasi dan kebijakan kepegawaian nasional.
Di tengah kebutuhan tersebut, terdapat pula dukungan dari pihak lain. Sebanyak 14 guru dari Teach First Indonesia (TFI) telah ditempatkan di sejumlah sekolah dasar di Kota Serang. Para guru tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan dijadwalkan menjalankan tugas selama dua tahun. Kehadiran mereka dinilai membantu sekolah yang membutuhkan tambahan tenaga pengajar, terutama di wilayah tertentu.
Kehadiran tenaga pendidik tambahan tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu proses pembelajaran sembari pemerintah daerah melakukan pemetaan kebutuhan guru secara lebih menyeluruh.
Kekurangan guru menjadi persoalan yang perlu segera ditangani karena guru tidak hanya berperan menyampaikan materi pelajaran. Mereka juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, mendampingi perkembangan peserta didik, serta memastikan kegiatan belajar mengajar berlangsung sesuai dengan target pendidikan.
Jika kebutuhan tenaga pendidik tidak segera diatasi, sekolah dapat menghadapi berbagai tantangan, mulai dari meningkatnya beban kerja guru, terbatasnya pilihan pengajar untuk mata pelajaran tertentu, hingga kurang optimalnya pendampingan terhadap siswa.
Karena itu, pemetaan yang tengah dilakukan Dindikbud Kota Serang diharapkan mampu menghasilkan gambaran kebutuhan guru yang lebih konkret. Data tersebut nantinya dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah berikutnya, termasuk pengajuan kebutuhan tenaga pendidik dan pemerataan guru antarsekolah.