Minggu, 27 September 2026

Kota Serang Krisis Guru, Ratusan Tenaga Pendidik Dibutuhkan untuk SD dan SMP

BAGIKAN:
Kota Serang Krisis Guru, Ratusan Tenaga Pendidik Dibutuhkan...
0
Kota Serang Krisis Guru, Ratusan Tenaga Pendidik Dibutuhkan untuk SD dan SMP

SERANG — Persoalan kekurangan tenaga pendidik masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Serang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang mengungkapkan kebutuhan guru untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih mencapai ratusan orang.
 

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena ketersediaan guru merupakan salah satu faktor penting dalam memastikan proses pembelajaran berjalan optimal. Kekurangan tenaga pengajar berpotensi membuat beban mengajar di sejumlah sekolah menjadi tidak merata, terutama apabila jumlah guru tidak sebanding dengan kebutuhan mata pelajaran dan jumlah peserta didik.
 

Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, mengatakan pihaknya masih melakukan pemetaan secara menyeluruh untuk memperoleh data yang lebih akurat mengenai kebutuhan tenaga pendidik pada tahun ajaran 2026/2027.
 

“Ratusan. Dari jenjang SD sampai SMP ada ratusan kekurangan guru yang memang perlu ada penambahan dari kita,” kata Ahmad Nuri, Rabu (12/8/2026).
 

Menurutnya, angka kebutuhan tersebut masih akan dikaji lebih mendalam. Pemetaan diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui sekolah mana saja yang mengalami kekurangan guru, bidang atau mata pelajaran yang membutuhkan tambahan tenaga pengajar, serta jumlah guru yang benar-benar diperlukan.
 

Langkah tersebut dinilai penting agar kebijakan penambahan maupun pemerataan guru tidak dilakukan berdasarkan perkiraan semata. Dengan data yang lebih rinci, penempatan tenaga pendidik diharapkan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
 

Persoalan kekurangan guru juga tidak hanya berkaitan dengan jumlah tenaga pengajar secara keseluruhan. Distribusi guru antarsekolah menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan. Ada sekolah yang mungkin memiliki tenaga pendidik relatif cukup, sementara sekolah lainnya masih membutuhkan tambahan guru.
 

Kondisi ini membuat kebutuhan guru harus dilihat secara lebih detail berdasarkan lokasi sekolah, jumlah rombongan belajar, jumlah peserta didik, serta kebutuhan setiap mata pelajaran.
 

Lokakarya Awal KKN Tematik UNIGA 2026 di Desa Pamalayan, Satukan Gagasan untuk Wujudkan Program yang Berdampak
Artikel Selanjutnya

Lokakarya Awal KKN Tematik UNIGA 2026 di Desa Pamalayan, Satukan Gagasan untuk Wujudkan Program yang Berdampak

Diterbitkan: 13 Agustus 2026, 08:39 WIB · Diperbarui: 13 Agustus 2026, 08:39 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Quizizz Mission: Inovasi Ulangan Harian Berbasis Stimulus untuk Mendukung Pembelajaran Berkualitas di Kelas X MPLB

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Sabtu, 26 September 2026 | 02:13 WIB

Cegah Bullying Sejak Dini, Polsek Carenang Edukasi Siswa SDN Binuang

Konten Redaksi Kamis, 24 September 2026 | 18:23 WIB

Dari Biang Sabun Jadi Cuan, Siswa Belajar Produksi hingga Pemasaran Sabun Cuci Piring

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 24 September 2026 | 15:38 WIB

Edukasi Wudhu di Tengah Kemarau Ajarkan Siswa Bijak Menggunakan Air

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 24 September 2026 | 07:38 WIB

Bangun Jiwa Technopreneur, Mahasiswa PK Terapkan Pembelajaran Berbasis Proyek di SMK Sawunggalih

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 24 September 2026 | 01:29 WIB

Menanamkan Nasionalisme Sejak Dini, RA Ar-Raudhotun Nur Gelar Pengibaran Bendera Merah Putih

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 22 September 2026 | 05:04 WIB

Evaluasi Program MIRUN, MIS Ar-Raudhotun Nur Bangun Kesadaran Siswa Peduli Lingkungan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 22 September 2026 | 01:29 WIB

Kandungan Gizi Terbuka, MBG di MIS Ar-Raudhotun Nur Beri Rasa Aman bagi Penerima Manfaat

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 21 September 2026 | 22:22 WIB