"Kami ingin memberi mereka harapan baru. Ini bukan sekadar program keterampilan, tetapi bagian dari proses pemulihan sosial dan membangun masa depan mereka," tutur Astrid Fifi Handayani.
Dukungan penuh juga datang dari Kepala SKB Ambon, Helena B. Ia menyatakan kesiapan lembaganya untuk membantu.
"Kami siap membantu, baik melalui pelatihan keterampilan maupun program paket pendidikan. Setiap anak, termasuk yang berada dalam pembinaan, tetap memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang," tutup Helena B.
Rencana kerja sama ini akan dituangkan dalam Memorandum of Understanding . Selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan penyusunan kurikulum pelatihan, mekanisme teknis, hingga pendampingan.
LPKA Ambon berkomitmen terus membuka ruang kolaboratif. Tujuannya adalah mempersiapkan Anak Binaan menjadi pribadi yang mandiri dan lebih siap menghadapi kehidupan setelah masa pembinaan.
***