DISTRIKBANTENNEWS.COM, Banjarmasin - Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin kini aktif mengembangkan budidaya maggot. Kegiatan ini berlangsung di Sarana Asimilasi dan Edukasi 2 pada Kamis (26/3/2026).
Budidaya maggot ini menjadi solusi atas mahalnya pakan ikan dan banyaknya limbah organik yang terbuang. Program ini juga memenuhi kebutuhan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.
Para Warga Binaan tampak tekun mengawasi perkembangan maggot bersama peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan. Mereka memastikan kondisi media tetap optimal dan menjaga kualitas larva.
Proses budidaya maggot ini mengajarkan kesabaran, konsistensi, dan cara berpikir produktif. Keterlibatan peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan juga memperkuat proses belajar bersama.
"Kami rutin memantau pertumbuhan maggot, mulai dari kondisi media hingga kualitas larva yang dihasilkan. Senang rasanya bisa belajar hal baru yang bermanfaat," ujar Warga Binaan berinisial ZA.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, menyebut budidaya maggot sebagai inovasi strategis. Program ini mendukung pembinaan kemandirian Warga Binaan.
"Budidaya maggot ini kami dorong sebagai solusi efisien dan berkelanjutan," jelas Bagus Paras Etika.
"Selain menekan biaya pakan, kegiatan ini juga membentuk keterampilan Warga Binaan agar lebih siap saat kembali ke masyarakat."
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan upaya ketahanan pangan nasional. Pembinaan yang produktif menjadi fokus utama.
"Kami ingin memastikan setiap program pembinaan memiliki nilai guna," tutup Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah.
"Maggot bukan hanya alternatif pakan, tapi juga simbol perubahan—bahwa dari hal sederhana, bisa lahir sesuatu yang berdampak besar."
***