Sabtu, 3 Oktober 2026

Lapas Banjarmasin Kembangkan Budidaya Maggot, Ubah Limbah Jadi Pakan Bernilai

BAGIKAN:
Lapas Banjarmasin Kembangkan Budidaya Maggot, Ubah Limbah Ja...
0
Lapas Banjarmasin Kembangkan Budidaya Maggot, Ubah Limbah Jadi Pakan Bernilai
Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Banjarmasin tekun mengembangkan budidaya maggot, mengubah limbah organik menjadi pakan bernilai ekonomis. (Dok. Humas Ditjenpas)

DISTRIKBANTENNEWS.COM, Banjarmasin - Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin kini aktif mengembangkan budidaya maggot. Kegiatan ini berlangsung di Sarana Asimilasi dan Edukasi 2 pada Kamis (26/3/2026).

Budidaya maggot ini menjadi solusi atas mahalnya pakan ikan dan banyaknya limbah organik yang terbuang. Program ini juga memenuhi kebutuhan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.

Para Warga Binaan tampak tekun mengawasi perkembangan maggot bersama peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan. Mereka memastikan kondisi media tetap optimal dan menjaga kualitas larva.

Proses budidaya maggot ini mengajarkan kesabaran, konsistensi, dan cara berpikir produktif. Keterlibatan peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan juga memperkuat proses belajar bersama.

"Kami rutin memantau pertumbuhan maggot, mulai dari kondisi media hingga kualitas larva yang dihasilkan. Senang rasanya bisa belajar hal baru yang bermanfaat," ujar Warga Binaan berinisial ZA.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, menyebut budidaya maggot sebagai inovasi strategis. Program ini mendukung pembinaan kemandirian Warga Binaan.

"Budidaya maggot ini kami dorong sebagai solusi efisien dan berkelanjutan," jelas Bagus Paras Etika.

"Selain menekan biaya pakan, kegiatan ini juga membentuk keterampilan Warga Binaan agar lebih siap saat kembali ke masyarakat."

Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan upaya ketahanan pangan nasional. Pembinaan yang produktif menjadi fokus utama.

"Kami ingin memastikan setiap program pembinaan memiliki nilai guna," tutup Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah.

"Maggot bukan hanya alternatif pakan, tapi juga simbol perubahan—bahwa dari hal sederhana, bisa lahir sesuatu yang berdampak besar."

***

Lapas Tual Panen 24 Kg Sawi, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Artikel Selanjutnya

Lapas Tual Panen 24 Kg Sawi, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Penulis: Herfa Al Jihad
Diterbitkan: 26 Maret 2026, 09:47 WIB
Sumber: Rilis

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Tak Sekadar Catat Identitas, Lapas Cianjur Petakan Kebutuhan Warga Binaan

Konten Redaksi Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:55 WIB

Bongkar Sampai Akar! Mahasiswa Soroti 52 Juta Batang Rokok Ilegal di Merak

Konten Redaksi Kamis, 1 Oktober 2026 | 13:28 WIB

BPOM Bongkar Gudang Produk Ilegal di Tangerang, 459 Ribu Produk Diamankan

Konten Redaksi Kamis, 1 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Polres Serang Respons Keluhan Debu PT Yanfa, Fakta Lapangan Akan Didalami

Konten Redaksi Rabu, 30 September 2026 | 20:22 WIB

Lapas Bandanaira Lakukan Pengawasan dan Penertiban Barang serta Fasilitas Kamar Hunian

Konten dari Pengguna Siaran Pers Rabu, 30 September 2026 | 14:56 WIB

Pokir DPRA Disebut Capai Rp1 Triliun, GAANAS Desak KPK Telusuri Alur Anggaran

Konten Redaksi Selasa, 29 September 2026 | 19:25 WIB

Enam Bulan Menghilang, DPO Kasus Anak Akhirnya Diciduk Polisi Saat Temui Korban

Konten Redaksi Selasa, 29 September 2026 | 11:28 WIB