Lokasi distribusi meliputi Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, Terminal Kalideres, Terminal Pulo Gebang, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pakupatan, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Merak, dan Bandara Halim Perdanakusuma.
Selain pembagian buku gratis, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai aktivitas literasi. Aktivitas tersebut melibatkan anak-anak dan keluarga.
Kegiatan yang ada antara lain pojok baca, membaca nyaring, mengulas buku, mendongeng, mewarnai, serta berbagai permainan edukatif. Semua dipandu oleh relawan literasi dan Duta Bahasa.
Program Mudik Asyik Baca Buku 2026 melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Mereka berasal dari sektor pemerintah, penerbitan, transportasi, serta komunitas literasi.
Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa penguatan budaya literasi adalah tanggung jawab bersama. Sinergi berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut.
Perpusnas berharap kegiatan literasi di ruang publik seperti ini dapat terus diperluas. Dengan begitu, masyarakat semakin mudah mengakses bahan bacaan.
Melalui berbagai upaya tersebut, Perpusnas terus mendorong tumbuhnya budaya membaca. Ini adalah fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang literat, berpengetahuan, dan berdaya saing.
***