CILEGON – Pengurus Kota Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Cilegon kembali memperkuat komitmennya dalam mencetak atlet berprestasi melalui Kejuaraan Kota (Kejurkot) PBSI Kota Cilegon 2026.
Sebanyak 164 atlet muda dari berbagai klub bulutangkis di Kota Cilegon ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Mereka bersaing secara sportif untuk memperebutkan gelar juara sekaligus mengukur hasil pembinaan dan latihan yang telah dijalani.
Ketua PBSI Kota Cilegon, Michael, mengatakan Kejurkot 2026 tidak sekadar menjadi agenda kompetisi tahunan, tetapi juga bagian dari upaya membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.
Menurutnya, kompetisi menjadi salah satu instrumen penting untuk melihat perkembangan kemampuan atlet sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi jenjang pertandingan yang lebih tinggi.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kejurkot PBSI Kota Cilegon 2026, Dr. Qory Jumrotul 'Aqobah, M.Pd., mengatakan penyelenggaraan tahun ini dirancang dengan standar profesional untuk mengukur progres latihan atlet dari kelompok pra-usia dini hingga taruna.
Selain kelompok usia pembinaan, Kejurkot juga mempertandingkan kategori dewasa yang sekaligus menjadi ruang silaturahmi dan mempererat persaudaraan antarkomunitas bulutangkis di Kota Cilegon.
“Misi utama kami dalam Kejurkot 2026 adalah membangun ekosistem kompetisi yang objektif, terukur, dan berbasis sport science. Ajang ini bukan sekadar mencari siapa yang menang atau kalah di podium, melainkan wadah evaluasi pembinaan jangka panjang agar mental bertanding, sportivitas, dan skill atlet muda Cilegon terasah secara optimal demi menembus level regional hingga nasional,” ujar Qory.
Dukungan terhadap pelaksanaan Kejurkot juga disampaikan Ketua KONI Kota Cilegon, Irfan Ali Hakim, M.Si. Ia mengapresiasi konsistensi PBSI Cilegon dalam menghadirkan kompetisi sebagai bagian dari pembinaan atlet.