Keterlibatan ini merupakan komitmen Perpusnas dalam memperluas akses bacaan. Perpusnas juga berkomitmen meningkatkan kecakapan literasi masyarakat sejak usia dini.
Momentum mudik dianggap kesempatan tepat untuk memperkenalkan kegiatan membaca kepada anak-anak bersama keluarga. Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar, menyampaikan kehadiran buku di tengah perjalanan dapat mempererat interaksi keluarga.
Hal ini juga menumbuhkan minat baca anak.
“Konsep ini sangat strategis, di mana ruang publik, dalam suasana mudik ini ada waktu bersama dengan orangtua. Beberapa jam dalam perjalanan ke Solo maupun Jogja, buku ini menjadi satu instrumen. Ibunya membaca, anak-anaknya pun membaca, sehingga dapat mengembangkan minat baca dan kecakapan literasi sejak dini. Ini sangat berkenaan dengan program kami di Perpusnas,” imbuh Adin Bondar.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan kegiatan literasi di ruang publik. Menurutnya, upaya bersama ini penting untuk memperkuat budaya membaca.
Ia berharap kebiasaan membaca dapat tumbuh tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan keluarga dan kehidupan sehari-hari. Ini dimulai dengan memperkenalkan anak-anak terhadap buku sejak dini.
“Budaya membaca merupakan investasi jangka panjang bagi kita semua, bagi masa depan bangsa, dimulai dari langkah kecil ini,” tutup Hetifah Sjaifudian.
Total 24.000 buku bacaan anak didistribusikan di sembilan titik transportasi utama. Titik-titik tersebut adalah pusat arus mudik di wilayah Jakarta dan Banten.