Wakapolri Komjen. Pol Dedi Prasetyo menilai kesiapan teknologi untuk pengamanan mudik tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Polri akan memanfaatkan Command Center mobile yang dilengkapi drone serta drone ETLE untuk penindakan lalu lintas secara elektronik. Penggunaan drone menjadi salah satu komponen penting dalam sistem pemantauan arus lalu lintas selama masa mudik Lebaran 2026.
Teknologi ini diharapkan mampu memberikan gambaran situasi lapangan yang lebih menyeluruh bagi petugas.
"Kalau menurut saya tahun ini jauh lebih siap. Selain teknologi Command Center mobile yang dilengkapi drone, untuk penindakan lalu lintas secara elektronik kita juga menggunakan drone ETLE," ujar Wakapolri Komjen.
Pol Dedi Prasetyo. Dedi menjelaskan, ada dua jenis drone yang digunakan dalam Operasi Ketupat tahun ini.
Salah satunya adalah drone yang terintegrasi langsung dengan Command Center mobile. Drone ini berfungsi memantau kondisi lalu lintas di titik-titik yang tidak dapat dijangkau oleh kamera pengawas atau CCTV.
Dengan begitu, petugas bisa mendapatkan gambaran situasi lapangan secara lebih menyeluruh. Dukungan teknologi tersebut juga memungkinkan proses analisis data lalu lintas dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.
Sistem pengawasan arus mudik tahun ini turut didukung oleh analisa berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
"Command Center mobile ini dilengkapi drone yang akan melihat titik-titik yang tidak terpantau CCTV. Dari situ kita bisa melakukan analisa data untuk mengambil keputusan-keputusan yang diperlukan," jelas Dedi.
***