DISTRIKBANTENNEWS.COM, New York - Pemerintah Iran terus mengembangkan teknologi rudal balistik dan hipersonik yang diklaim mampu menjangkau jarak jauh. Namun, kemampuan rudal tersebut untuk menyerang daratan utama Amerika Serikat (AS) secara langsung masih menjadi perdebatan di kalangan intelijen.
Ancaman nyata dari rudal Iran saat ini lebih tertuju pada pangkalan militer AS yang berada di kawasan Timur Tengah. melansir laporan intelijen terbaru.
Menurut laporan dari Reuters pada Senin (16/3/2026) lalu, Iran telah memperkenalkan varian rudal balistik seperti Khorramshahr-4. Rudal ini diklaim memiliki jangkauan hingga mencapai wilayah Amerika Serikat.
Meski demikian, laporan intelijen seringkali meragukan kemampuan rudal balistik Iran untuk mencapai kota-kota besar AS. Kota seperti New York atau Washington berjarak sekitar 9.500 hingga 10.000 kilometer dari Iran.
Rudal-rudal Iran, termasuk rudal hipersonik Fattah 2 dan rudal balistik, lebih sering digunakan untuk menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah. Serangan ini terjadi di wilayah seperti Qatar dan Arab Saudi sebagai balasan atas konflik.
Hal tersebut seperti yang dilaporkan oleh Al Jazeera saat konflik meletus pada 28 Februari 2026 lalu. Iran secara agresif mengembangkan rudal hipersonik yang mampu bergerak lebih dari lima kali kecepatan suara dengan manuver tinggi.
Rudal hipersonik seperti Fattah 2 ini menyulitkan sistem pertahanan udara, melansir pernyataan pejabat militer Iran. Pengembangan rudal Iran didukung oleh teknologi yang diperoleh dari negara lain.
Negara-negara tersebut terutama Rusia, Tiongkok, dan Korea Utara, mengutip laporan dari Institute for Science and International Security . Menurut analisis dari Center for Strategic and International Studies , Iran memiliki kemampuan rudal yang canggih.
Kemampuan rudal tersebut meningkat pesat untuk mengancam pangkalan dan kepentingan Amerika Serikat di Timur Tengah.
***