Jumat, 2 Oktober 2026

Pemerintah Akan Tetapkan Lahan Sawah Dilindungi di 12 Provinsi, Kewenangan Ditarik ke Pusat

BAGIKAN:
Pemerintah Akan Tetapkan Lahan Sawah Dilindungi di 12 Provin...
0
Pemerintah Akan Tetapkan Lahan Sawah Dilindungi di 12 Provinsi, Kewenangan Ditarik ke Pusat
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron menjelaskan rencana penetapan lahan sawah dilindungi di 12 provinsi. (Dok. Ist)

DISTRIKBANTENNEWS.COM, Pekanbaru - Pemerintah berencana menetapkan Lahan Sawah yang Dilindungi di 12 provinsi di Indonesia. Kebijakan ini akan menarik kewenangan alih fungsi lahan sawah dari pemerintah daerah (pemda) menjadi kewenangan pusat.

Kewenangan tersebut akan berada di bawah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN). Rencana ini disampaikan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron.

Nusron menyampaikannya dalam Rapat Koordinasi lanjutan Tim Terpadu Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah. Rakor tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, pada Kamis kemarin (12/3/2026).

Menteri Nusron berharap delineasi atau peta di 12 provinsi dapat ditetapkan sebagai LSD pada akhir kuartal pertama tahun ini. Dengan penetapan ini, lahan sawah tidak bisa lagi dialihfungsikan.

"Diharapkan pada akhir Q1 kita sudah menetapkan delineasi atau peta di 12 provinsi yang kemudian dijadikan sebagai LSD, alias sawah yang tidak bisa lagi dialihfungsikan," ujar Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron.

Ia menambahkan, berdasarkan Perpres Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, kewenangan alih fungsinya harus ditarik ke pusat.

"Daerah tidak bisa lagi," tegas Nusron.

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan delapan provinsi sebagai LSD pada tahun 2021. Untuk 12 provinsi yang akan ditetapkan di akhir Q1 nanti, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Menteri Nusron juga menyebut beberapa daerah penting yang menjadi lumbung padi nasional.

"Daerah yang penting itu seperti di Sulawesi Selatan, Lampung dan Sumatera Utara, itu yang benar-benar menjadi lumbung padi," tutup Nusron.

Penetapan ini sejalan dengan Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025-2029. Dalam Perpres tersebut, pemerintah didorong menetapkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) minimal 87 persen dari total Lahan Baku Sawah untuk mencapai swasembada pangan.

***

Dharma Wanita Bapas Bengkulu Pererat Silaturahmi Lewat Pertemuan Rutin dan Arisan
Artikel Selanjutnya

Dharma Wanita Bapas Bengkulu Pererat Silaturahmi Lewat Pertemuan Rutin dan Arisan

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 13 Maret 2026, 09:06 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Agus Andrianto Masuk 7 Menteri dengan Kinerja Terendah Versi Survei Vox Politica

Konten Redaksi Minggu, 27 September 2026 | 18:50 WIB

Lapas Bandanaira Perkuat Kesiapsiagaan Bencana bersama SAR dan PLN

Konten dari Pengguna Siaran Pers Rabu, 26 Agustus 2026 | 12:38 WIB

Lapas Kelas IIA Serang Tutup Rangkaian Porsenap dengan Senam Bersama

Konten dari Pengguna Siaran Pers Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:12 WIB

Perbaikan Jalan di Kota Serang: Sudahkah Menyentuh Kebutuhan Masyarakat?

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 11 Mei 2026 | 15:09 WIB

Rutan Marabahan Perkuat Komitmen Bersih Halinar Melalui Ikrar Bersama dan Razia Gabungan Bersama APH

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Jumat, 8 Mei 2026 | 14:37 WIB