Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Bandanaira menyelenggarakan program penguatan Self-Control bagi warga binaan. Kegiatan yang berfokus pada ketahanan mental dan pengendalian emosi ini berlangsung pada Kamis (12/3/2026).
Program tersebut bertujuan membentuk karakter warga binaan agar siap kembali ke masyarakat. Inisiatif ini diharapkan dapat membantu mereka menghadapi realitas kehidupan serta stigma sosial setelah bebas.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Lapas Bandanaira dengan Peserta Program Magang Kementerian Ketenagakerjaan. Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata peserta magang.
Ia menilai kegiatan semacam ini penting untuk persiapan mental dan emosional warga binaan.
"Kegiatan semacam ini diharapkan dapat mempersiapkan Warga Binaan secara mental dan emosional, sehingga mereka lebih siap menghadapi realitas kehidupan serta stigma sosial setelah bebas,” ujar Abdul Samad Rumuar.
Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, menegaskan bahwa Lapas adalah persinggahan sementara, bukan tempat permanen. Ia mengibaratkan Lapas sebagai pesantren kehidupan yang memerlukan kesiapan emosional warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.
“Jadi stigma penjahat itu harus hilangkan jauh-jauh. Mereka bukan penjahat, hanya tersesat. Masih panjang perjalanan hidup, maka perlu disiapkan dari sekarang, tidak ada kata terlambat,” tegas Rustam Kasoor.
Dalam sesi materi, salah satu peserta magang, Mohtar Mau, menjelaskan tentang stigma. Menurutnya, stigma adalah label negatif yang muncul secara alami sebagai cara otak manusia mengelompokkan sesuatu, termasuk pandangan terhadap warga binaan.
“Stigma adalah hal yang normal, namun yang paling penting adalah bagaimana kita meresponnya. Kita tidak bisa mengontrol pikiran orang lain, tetapi kita bisa mengendalikan bagaimana kita menyikapi stigma tersebut,” jelas Mohtar Mau. Mohtar Mau menekankan bahwa emosi seperti rasa kecewa atau marah adalah hal wajar bagi warga binaan.
Namun, kontrol diri menjadi kunci agar emosi tersebut tidak berujung pada tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Ia mengajak warga binaan untuk terus berlatih mengendalikan emosi agar terhindar dari perilaku negatif.
"Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Lapas Bandanaira menegaskan komitmennya dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis. Kami berfokus pada rehabilitasi dan memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk pulih secara mental serta siap berintegrasi kembali dengan masyarakat setelah bebas nantinya," tutup Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar.
***