"Nah, di samping itu, upaya-upaya yang dilakukan terus-menerus, pengerahan TNI/Polri, BNPB, beragam-ragam [dalam pemulihan pascabencana]," ujar Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam acara Penyerahan Santunan Ahli Waris untuk Korban Bencana Hidrometeorologi dan Sosialisasi Penambahan TKD Tahun 2026 bagi Daerah Provinsi Aceh, Sumut, dan Sumbar yang digelar secara hybrid.
Tito menegaskan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan atensi serius terhadap bencana di tiga provinsi Sumatera sejak awal. Ia bahkan sempat mengusulkan dana darurat Rp2 miliar kepada Presiden untuk 52 kabupaten/kota terdampak di Sumatera.
Usulan tersebut disambut positif oleh Presiden Prabowo Subianto. Anggaran kemudian ditambah menjadi Rp4 miliar untuk masing-masing daerah.
Pemerintah juga mengerahkan sejumlah bantuan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana , Kementerian Sosial , dan pemerintah daerah . Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat progres pemulihan, terutama melalui penanganan oleh Pemda.
"Yang tidak mampu tetap ditangani pusat. Di pusat saya sampaikan kepada Pak Wagub, Pak Gubernur, kita sudah rapat. Pada waktu di Kemenko PMK, Bappenas sudah menyampaikan angka lebih kurang Rp53 triliun untuk pemulihan ke depan," tutup Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.
***