Pemerintahan

Kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah: Membangun Banten yang Lebih Maju dan Adil

Kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah terus menggerakkan pembangunan Provinsi Banten ke arah pemerataan dan keberlanjutan. Fokus pembangunan tidak hanya pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan, sehingga pembangunan dirasakan merata tanpa kesenjangan antardaerah.

Pembangunan Provinsi Banten periode 2025–2030 diarahkan melalui 8 program, yaitu: Banten Bagus, Banten Sehat, Banten Cerdas, Banten Kuat, Banten Indah, Banten Makmur, Banten Ramah, dan Banten Melayani. Satu tahun ini, delapan program prioritas itu dilaksanakan demi mewujudkan Banten yang lebih maju, adil merata, tidak korupsi.

Capaian program prioritas tersebut diwujudkan dalam beberapa pembangunan yang dirangkum berikut ini:

*Banten Bagus*
Banten Bagus, merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi Banten yang berfokus pada pemerataan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan sarana publik yang berkualitas. Bertujuan mendongkrak ekonomi desa dengan membuka akses transportasi yang lebih luas dan berkualitas, program ini diyakini mampu meringankan beban masyarakat desa khususnya biaya logistik hasil pertanian, aktivitas harian, jalur kepariwisataan hingga menjangkau layanan kesehatan.

Melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), pada tahun 2025 Pemprov Banten berhasil membangun 62 infrastruktur desa. Terdiri atas 61 ruas jalan dan 1 jembatan atau sepanjang 67,87 kilometer. Program tersebut juga dilanjutkan pada APBD tahun 2026, Pemprov Banten kembali menganggarkan Rp 167,4 miliar atau sepanjang 46,71 kilometer infrastruktur desa.

“Program Bang Andra akan terus dikembangkan untuk menghadirkan keadilan pembangunan antarwilayah. Kami ingin pusat pertumbuhan tidak hanya di wilayah perkotaan, tetapi juga berkembang di wilayah perdesaan. PR bersama kita adalah pembangunan jalan dan infrastruktur dasar,” kata Andra Soni.

*Banten Sehat*
Di sektor kesehatan, Pemprov Banten meresmikan sejumlah fasilitas strategis, antara lain: Gedung Bunker Radioterapi dan Pelayanan Kemoterapi di RSUD Banten, RSUD Uwes Qorny Cilograng di Kabupaten Lebak dan RSUD Irsyad Djuwaeli Labuan di Kabupaten Pandeglang.

Selain itu, Pemprov Banten meluncurkan Mobile Clinic berbasis telemedicine untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil. Kemudian untuk mendukung pasien rujukan di Jakarta, Pemprov Banten juga menyediakan Rumah Singgah di Jl. Tebet Timur Raya No. 51, Jakarta, dengan kapasitas 20 orang bagi pasien dan pendamping.

Penyediaan fasilitas radioterapi dan kemoterapi menjadi langkah penting dalam meningkatkan layanan penanganan kanker di Provinsi Banten. Dua rumah sakit baru di wilayah selatan juga menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mendekatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada tahun 2025 telah digunakan masyarakat mencapai 38 persen dari total jumlah masyarakat Provinsi Banten. Program CKG melalui mobile clinic juga difokuskan pada deteksi dini tuberkulosis (TBC). Hingga Desember 2025, cakupan penemuan kasus TBC mencapai 107 persen, melampaui target provinsi (95 persen) dan nasional (90 persen).

*Banten Cerdas*
Banten Cerdas, merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi Banten yang berupaya mewujudkan pemerataan pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Berangkat dari kesadaran akan potensi bonus demografi dan kebutuhan SDM berdaya saing tinggi, Andra-Dimyati berkomitmen menjamin akses pendidikan yang setara, bermutu, dan terjangkau bagi putera-puteri Banten.

Wujud nyatanya adalah dengan penerapan kebijakan Sekolah Gratis bagi SMA, SMK, dan SKh Swasta se-Provinsi Banten. Sekolah Gratis menjadi program strategis Pemerintah Provinsi Banten untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah dan menciptakan sumber daya manusia unggul.

Di sektor pendidikan, Banten Cerdas diwujudkan melalui Program Sekolah Gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SKh swasta, serta Program Sarjana Penggerak Desa. Pada tahun pertama pelaksanaan 2025, Program Sekolah Gratis diikuti oleh 801 sekolah swasta dengan total 60.705 siswa terverifikasi.

*Banten Kuat*
Banten Kuat, merupakan perwujudan dari program strategis nasional pemerintah pusat di daerah yang dikenal dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP). Dengan tujuan memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan, Pemerintah Provinsi Banten menunjukkan komitmennya dengan menetapkan 4 lokasi Mock-Up representasi koperasi percontohan berbasis komunitas lokal.

Keempat lokasi mock-up ini bahkan menjadi lokasi percontohan terbanyak di Indonesia. Sementara, capaian Pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) di seluruh wilayah Provinsi Banten sendiri telah mencapai 99.9% atau sebanyak 1.551 unit, dan hanya menyisakan 1 desa yakni Desa Kanekes, Baduy, Kabupaten Lebak untuk menghormati adat istiadat.

*Banten Indah*
Banten Indah, merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi Banten yang bertujuan untuk mewujudkan pariwisata Banten yang terintegrasi, berkualitas dan berkelanjutan. Berorientasi pada perbaikan, penataan dan pengembangan di sekitar kawasan-kawasan wisata di Banten, program ini berfokus pada optimalisasi kondisi infrastruktur, penyempurnaan sarana prasarana wisata, peningkatan sadar wisata masyarakat, hingga optimalisasi Taman Hutan Raya (Tahura) Banten sebagai destinasi unggulan.

*Banten Makmur*
Banten Makmur, hadir sebagai solusi nyata meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. Melalui penyederhanaan akses modal KUR serta jaminan ketersediaan pupuk dan benih, kami memperkuat fondasi produksi pangan daerah. Modernisasi dilakukan melalui hibah peralatan mesin pertanian dan perikanan, serta Untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, Pemerintah Provinsi Banten memberikan bantuan BPJS ketenagakerjaan bagi pekerja rentan yaitu nelayan sebanyak 3.600 penerima manfaat dan pengemudi ojek online sebanyak 946 penerima manfaat.

*Banten Ramah*
Realisasi investasi Provinsi Banten sepanjang Januari–Desember 2025 mencatatkan kinerja yang sangat positif. Berdasarkan Konferensi Pers Capaian Realisasi Investasi Triwulan IV dan Tahun 2025 oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI pada 15 Januari 2025, total realisasi investasi Banten mencapai Rp130,2 triliun, atau menempatkan Banten di peringkat 4 besar nasional.

Realisasi investasi Provinsi Banten sepanjang tahun 2025 mencapai Rp130,2 triliun. Angka ini melampaui target daerah dalam RKPD 2025 sebesar Rp64 triliun atau tercapai 203,43 persen, serta melampaui target nasional dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI sebesar Rp119,55 triliun atau tercapai 108,95 persen.

*Banten Melayani*
Banten Melayani, program unggulan Pemerintah Provinsi Banten yang didedikasikan untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas. Berfokus pada pembentukan birokrasi dan SDM aparatur yang melayani, Pemerintah Provinsi Banten bertekad membangun birokrasi bebas korupsi.

Melalui pemetaan potensi dasar dan khusus dari masing-masing pegawai secara rutin, penerapan sistem merit dengan prinsip meritokrasi, perekrutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sebagai upaya peningkatan kesejahteraan sekaligus rasa tanggung jawab. Hingga peningkatan pengawasan internal melalui kerja sama intensif dengan KPK, BPK, dan BPKP.

Pemerintah Provinsi Banten kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024 yang diserahkan pada 30 April 2025. Pencapaian ini menandai raihan WTP kesembilan kali secara berturut-turut bagi Pemerintah Provinsi Banten. ***

Related Posts

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *