Sabtu, 3 Oktober 2026

Terlalu Sering Makan Cepat Saji? Hati-Hati, Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

BAGIKAN:
Terlalu Sering Makan Cepat Saji? Hati-Hati, Ini Dampak Buruk...
0
Terlalu Sering Makan Cepat Saji? Hati-Hati, Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Tangerang — Makanan cepat saji atau fast food memang dikenal praktis, lezat, dan mudah ditemukan di mana saja. Namun, di balik kelezatannya, jenis makanan ini menyimpan berbagai dampak negatif bagi kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering.

Ahli gizi klinis, dr. Rani Setiawan, M.Gizi, menjelaskan bahwa makanan cepat saji umumnya tinggi lemak jenuh, gula, dan garam, namun rendah serat serta vitamin.

“Kandungan tersebut bisa menyebabkan gangguan metabolisme tubuh jika dikonsumsi terus-menerus tanpa diimbangi pola makan sehat,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).

Menurut Rani, dampak jangka pendek dari konsumsi makanan cepat saji dapat berupa naiknya kadar gula darah dan tekanan darah, sementara dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, serta gangguan hati.

Selain itu, kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pola makan tinggi lemak dan gula dengan meningkatnya risiko stres, depresi, dan penurunan konsentrasi.

“Tubuh kita membutuhkan nutrisi seimbang untuk menjaga fungsi otak dan hormon tetap stabil. Makanan cepat saji justru bisa memicu peradangan dan menurunkan kualitas tidur,” tambah Rani.

Ia menyarankan agar masyarakat mulai mengurangi frekuensi konsumsi fast food dan menggantinya dengan makanan rumahan yang lebih bernutrisi. “Sesekali boleh, tapi jangan jadikan kebiasaan. Kunci utamanya adalah keseimbangan dan kontrol porsi,” tegasnya.***

Terlalu Sering Makan Pedas Bisa Picu Masalah Pencernaan, Dokter: Nikmati Secukupnya Saja
Artikel Selanjutnya

Terlalu Sering Makan Pedas Bisa Picu Masalah Pencernaan, Dokter: Nikmati Secukupnya Saja

Penulis: Tiara Herawati
Diterbitkan: 7 November 2025, 22:13 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Dari Kerokan ke Algoritma: Ketika Pengobatan Tradisional Bertemu Dunia Digital

Konten dari Pengguna Opini Senin, 28 September 2026 | 14:01 WIB

ILHAM 7S: Kreator Gaming Indonesia dengan Perjalanan Konsisten Membangun Komunitas Digital

Konten dari Pengguna Cerita Kamis, 24 September 2026 | 08:46 WIB

JENI NUR AINI Menuntaskan 10K Pertama di TNI Run 2026

Konten dari Pengguna Cerita Minggu, 20 September 2026 | 12:27 WIB

JIKA NEGERIKU BERSIH DARI KORUPSI

Konten Redaksi Jumat, 4 September 2026 | 20:44 WIB

Literasi bukan hanya soal membaca : Ketika masyarakat kehilangan kemampuan memahami

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 1 September 2026 | 13:38 WIB

“Inside Out” Dorong Kemandirian Mitra dalam Pemberdayaan Anak Marginal di Panti Asuhan Miftahul Huda Blitar

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Beyond the Beach: Ketika Wisatawan Meracik Cerita dan Suvenirnya Sendiri di Bali

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:27 WIB

Bibir Sumbing Bisa Terdeteksi Sejak Kehamilan, Ini yang Perlu Diperhatikan

Konten Redaksi Senin, 10 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Ancaman Kesehatan di Balik Kebiasaan Tidur Larut Malam yang Sering Diabaikan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 5 Agustus 2026 | 09:11 WIB