Selasa, 6 Oktober 2026

Evaluasi Nilai Gizi sebagai Upaya Pencegahan Malnutrisi di Indonesia

BAGIKAN:
Evaluasi Nilai Gizi sebagai Upaya Pencegahan Malnutrisi di I...
0
Evaluasi Nilai Gizi sebagai Upaya Pencegahan Malnutrisi di Indonesia

Pernahkan Anda memperhatikan label gizi pada kemasan makanan? Banyak orang menganggapnya sekadar tulisan kecil di bagian belakang produk, padahal informasi tersebut menyimpan banyak hal penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

Di tengah maraknya tren makanan cepat saji dan pola makan yang tidak seimbang, evaluasi nilai gizi pangan menjadi langkah penting dalam mencegah malnutrisi yang masih menjadi permasalahan di Indonesia saat ini.

Masalah Gizi di Indonesia

Permasalahan utama terkait gizi yang kini dihadapi Indonesia yaitu stunting pada anak dan obesitas serta diabetes pada orang dewasa. Di indonesia masih banyak anak yang mengalami stunting serta kekurangan gizi mikro seperti zata besi dan vitamin A.

Kondisi ini dikenal dengan istilah double burden of malnutrition, yaitu kondisi di mana kekurangan gizi dan kelebihan gizi terjadi bersamaan. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional berada di angka 19,8%, dari sebelumnya 21,5% pada tahun 2023.

Namun, target pemerintah adalah menurunkannya ke 14,2% pada tahun 2029. Sementara di sisi lain, angka obesitas dan penyakit tidak menular seperti diabetes terus meningkat.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan angka obesitas dewasa mencapai 23,4% pada 2023. Salah satu cara untuk mengatasi dua permasalahan tersebut yaitu dengan memahami serta mengevaluasi nilai gizi pangan yang dikonsumsi setiap hari.

Mengapa Evaluasi Nilai Gizi Penting?

EVALUASI NILAI GIZI SEBAGAI DASAR KLAIM ‘KAYA SERAT’ PRODUK CEREAL BAR
Artikel Selanjutnya

EVALUASI NILAI GIZI SEBAGAI DASAR KLAIM ‘KAYA SERAT’ PRODUK CEREAL BAR

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 17 Oktober 2025, 00:07 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Dari Kerokan ke Algoritma: Ketika Pengobatan Tradisional Bertemu Dunia Digital

Konten dari Pengguna Opini Senin, 28 September 2026 | 14:01 WIB

ILHAM 7S: Kreator Gaming Indonesia dengan Perjalanan Konsisten Membangun Komunitas Digital

Konten dari Pengguna Cerita Kamis, 24 September 2026 | 08:46 WIB

JENI NUR AINI Menuntaskan 10K Pertama di TNI Run 2026

Konten dari Pengguna Cerita Minggu, 20 September 2026 | 12:27 WIB

JIKA NEGERIKU BERSIH DARI KORUPSI

Konten Redaksi Jumat, 4 September 2026 | 20:44 WIB

Literasi bukan hanya soal membaca : Ketika masyarakat kehilangan kemampuan memahami

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 1 September 2026 | 13:38 WIB

“Inside Out” Dorong Kemandirian Mitra dalam Pemberdayaan Anak Marginal di Panti Asuhan Miftahul Huda Blitar

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Beyond the Beach: Ketika Wisatawan Meracik Cerita dan Suvenirnya Sendiri di Bali

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:27 WIB

Bibir Sumbing Bisa Terdeteksi Sejak Kehamilan, Ini yang Perlu Diperhatikan

Konten Redaksi Senin, 10 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Ancaman Kesehatan di Balik Kebiasaan Tidur Larut Malam yang Sering Diabaikan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 5 Agustus 2026 | 09:11 WIB