Kebahagiaan dan rasa haru juga dirasakan para santri yang hadir. Hilwa Fauzia, santri asal Pondok Pesantren Ataya Gondrong Petir, mengaku bangga atas perhatian besar yang diberikan pemerintah terhadap santri dan pesantren.
“Menurut saya ini apresiasi luar biasa bagi santri. Membuat kami semakin bangga jadi santri dan termotivasi untuk berprestasi serta menjadi penerus para kiai,” ujarnya.
Sementara itu, Nathan Albatur Putra Nata dari Pondok Pesantren Assa’adah li Nahdlatul Ulama Cibodas berharap, peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk meneladani perjuangan para ulama dan pejuang terdahulu.
“Hari Santri itu penting buat mengingatkan jasa para pejuang. Semoga santri makin beradab, tambah ilmunya dan pondok pesantren di Kota Tangerang makin berkah,” ungkapnya.
Puncak peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kota Tangerang tak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga simbol penghargaan terhadap perjuangan santri sebagai penjaga moral bangsa dan penggerak nilai-nilai kebangsaan yang penuh cinta, iman, dan ilmu.