Pati yang diekstrak secara global banyak digunakan baik untuk makanan maupun non-pangan; kira-kira 60% digunakan dalam makanan. Dalam makanan, pati berfungsi sebagai pengental, penstabil, dan pengganti lemak, digunakan dalam produk mulai dari saus, sup, produk roti, hingga makanan ringan.
Pati termodifikasi, dengan sifat yang disesuaikan, sangat penting untuk memastikan kecocokan dengan berbagai proses manufaktur. Misalnya, pati modifikasi Heat Moisture Treatment (HMT) digunakan dalam mie dan roti karena stabilitas panasnya, sementara pati terasetilasi, dengan kelarutan tinggi, digunakan dalam permen dan formulasi pangan.
Dalam dunia pengolahan pangan modern, pati juga sering dimodifikasi untuk menghasilkan sifat fungsional tertentu. Misalnya, pati termodifikasi banyak digunakan pada makanan instan agar tetap stabil meski disimpan lama.
Selain itu, industri minuman dan camilan juga memanfaatkan pati untuk menjaga kekentalan dan kestabilan produk selama proses distribusi. Bayangkan saja tanpa pati, banyak makanan favorit kita seperti pudding, nugget, hingga es krim mungkin tidak akan terasa sama.
Jadi, pati merupakan bahan baku yang serbaguna dan penting untuk nutrisi manusia dan industri pangan, dengan fungsionalitas yang sangat tergantung pada struktur molekuler dan arsitektur granulanya. Dengan adanya pati kita dapat membuat berbagai inovasi pangan.
Referensi:
Copeland, L., Blazek, J., Salman, H., & Tang, M. C. (2009). Form and Functionality of Starch. Food Hydrocolloids, 23(6), 1527–1534.
https://doi.org/10.1016/j.foodhyd.2008.09.016
Rahayu, R., Haryani, S., & Yuliani, S. (2023). Perbandingan Pati Modifikasi Heat Moisture Treatment, Asetilasi dan Kombinasi Ganda. JURNAL ILMIAH MAHASISWA PERTANIAN, 8(3), 394–401.