Senin, 5 Oktober 2026

Peran Pati dalam Bahan Pangan: Lebih dari Sekadar Sumber Energi

BAGIKAN:
Peran Pati dalam Bahan Pangan: Lebih dari Sekadar Sumber Ene...
0
Peran Pati dalam Bahan Pangan: Lebih dari Sekadar Sumber Energi

Kadar amilosa umumnya berkisar antara 20–30%, sementara amilopektin 70–80% dari total pati. Amilosa memengaruhi penataan amilopektin dalam struktur kristal dan lamela granula, yang penting untuk sifat penyerapan air.

Sementara amilopektin, dengan arsitektur molekulernya yang kompleks, memengaruhi sifat termal dan pembentukan gel.

Di dalam makanan, pati berinteraksi secara kompleks dengan komponen lain, terutama air dan lemak. Sifat pati yang paling sering diukur dan dimanfaatkan dalam makanan melibatkan proses pemanasan dengan air, yang dikenal sebagai gelatinisasi.

Selama pemanasan, granula pati membengkak, menyerap air, dan struktur kristalnya terganggu, diikuti oleh pelindian amilosa dan peningkatan viskositas hingga mencapai maksimum. Viskositas ini kemudian menurun saat granula pecah, dan saat didinginkan, viskositas kembali meningkat, membentuk gel melalui proses retrogradasi.

Proses gelatinisasi dan retrogradasi inilah yang menjadi kunci untuk memprediksi sifat fungsional pati dalam makanan olahan.

Setelah pemanasan dan pendinginan, pati membentuk gel, dengan amilosa dan amilopektin yang berinteraksi membentuk jaringan molekuler. Amilosa cenderung berretrogradasi dalam hitungan menit hingga jam, yang penting untuk sifat seperti daya serap air dan daya cerna, sedangkan amilopektin membutuhkan waktu lebih lama (jam hingga hari).

Kadar amilosa yang lebih tinggi cenderung menghasilkan gel yang lebih kaku, sedangkan pati waxy (hampir 100% amilopektin) membentuk gel yang lebih lunak. Dalam produk seperti nasi, amilosa berkontribusi pada tekstur dan tingkat kelengketan.

Fenomena retrogradasi amilopektin diperkirakan menjadi penentu utama dalam proses staling pada produk roti dan kue.

Makanan Terbuang, Petani Merugi? Ini Peran Teknologi yang Bisa Mengubah Nasib Pascapanen Indonesia
Artikel Selanjutnya

Makanan Terbuang, Petani Merugi? Ini Peran Teknologi yang Bisa Mengubah Nasib Pascapanen Indonesia

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 12 Oktober 2025, 19:26 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Alzan Subhan: Sosok Beauty Educator di Balik Derma Insight ID

Konten dari Pengguna Opini Kamis, 9 Juli 2026 | 23:58 WIB

Strategi Affiliate Marketing Mengubah Lanskap Penjualan Komponen Lampu Bi-led di Media Sosial

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Jumat, 3 Juli 2026 | 21:13 WIB

Mengubah Demam Korea Menjadi Peluang Ekonomi Nyata

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 6 Mei 2026 | 21:36 WIB

Krisis Membangun Ruang Digital yang Sehat

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 4 Mei 2026 | 17:31 WIB

Pendidikan Kewirausahaan: Memutus Rantai Ketergantungan.

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Jumat, 1 Mei 2026 | 10:32 WIB

Cara Sederhana Kurangi Stres, Mudah Diterapkan Sehari-hari

Konten Redaksi Minggu, 12 April 2026 | 22:00 WIB