Tradisi ini juga menggambarkan semangat berbagi dan gotong-royong yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Banten.
Tradisi ngeropok bukan hanya sekadar perayaan budaya, tetapi juga memiliki makna yang lebih dalam dari segi spiritual dan sosial. Menurut Ustad Sarkawi, salah satu tokoh agama yang memimpin Zikir Maulid, tradisi ini adalah wujud nyata dari kecintaan masyarakat Banten terhadap Nabi Muhammad SAW.
“Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menunjukkan rasa cinta kita kepada Baginda Nabi. Dan inilah cara kami, warga Kota dan Kabupaten Serang, dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dengan bershalawat, bersedekah, berdoa, dan bergembira bersama,” ujar Ustad Sarkawi.
Selain itu, Ustad Sarkawi juga menekankan pentingnya tradisi ini sebagai sarana untuk berbagi rezeki dengan sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan masyarakat untuk peduli terhadap sesama, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan silaturahmi antarwarga.
Bagi masyarakat Serang, ngeropok bukan hanya tradisi budaya, tetapi juga sebuah kesempatan untuk mempererat hubungan sosial dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Kegiatan ini juga mencerminkan semangat gotong-royong yang telah diwariskan oleh leluhur mereka.
Dalam tradisi ini, warga dari berbagai kampung saling membantu dan bekerja sama untuk menyukseskan acara, mulai dari menyiapkan logistik, mengatur prosesi, hingga membagikan barang-barang kepada para peserta.
Salah satu warga setempat, Bapak Jaman, mengungkapkan bahwa tradisi ngeropok telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Pabuaran Tembong. Ia mengaku telah mengikuti acara ini selama bertahun-tahun dan merasa bangga dapat berkontribusi dalam tradisi yang sarat makna ini.
“Acara ini sudah tahun ke tahun kami ikuti, sebagai bagian dari kontribusi kami. Kami bisa berbagi melalui acara yang unik ini,” ujarnya.