Suasana penuh hikmat terasa saat lantunan zikir mengisi udara di sekitar masjid. Ratusan orang yang hadir, baik tua maupun muda, ikut larut dalam suasana spiritual yang mendalam.
Zikir Maulid tidak hanya sekadar ritual agama, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Warga dari berbagai kampung di sekitar Serang datang untuk bersama-sama mengikuti acara ini.
Selain itu, acara ini juga menjadi momen untuk memperbanyak doa, bershalawat, dan berpuji kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai cara masyarakat mengekspresikan kecintaan dan penghormatan mereka.
Setelah zikir selesai, suasana perayaan semakin semarak dengan hadirnya iringan musik tradisional Rudat. Musik Rudat dimainkan oleh sekelompok orang yang mengenakan pakaian hitam, dan alat musik yang digunakan berupa alat-alat tetabuhan tradisional, seperti gendang, rebana, dan kendang.
Musik Rudat memiliki irama yang dinamis dan penuh semangat, sehingga mampu membangkitkan semangat para peserta yang ikut dalam prosesi ngeropok.
Selain diiringi oleh musik Rudat, para peserta prosesi juga membawa berbagai macam hiasan kreasi yang terbuat dari berbagai bentuk, seperti rumah, perahu, pesawat, hingga bentuk-bentuk hewan. Hiasan-hiasan tersebut tidak hanya sekadar pajangan, tetapi juga dihiasi dengan barang-barang kebutuhan sehari-hari, seperti sembako, pakaian, peralatan rumah tangga, serta barang-barang berharga lainnya, termasuk uang tunai.
Barang-barang tersebut nantinya akan dikumpulkan oleh panitia acara dan dikemas untuk kemudian dibagikan kepada para peserta ngeropok.
Keberadaan barang-barang ini memiliki makna yang mendalam, yakni sebagai bentuk sedekah dari warga kepada sesama. Barang-barang tersebut dikumpulkan dan dibagikan kepada peserta sebagai wujud rasa syukur serta kepedulian sosial.