SERANG - Warga Kabupaten dan Kota Serang, Banten, memiliki sebuah tradisi budaya unik yang dikenal dengan istilah "ngeropok." Tradisi ini sudah dijaga dan dilestarikan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat, dan menjadi bagian penting dari kehidupan sosial mereka.
Ngeropok diadakan setiap tahun, khususnya pada bulan Rabiul Awal dalam kalender Hijriah, untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga merupakan bentuk ungkapan syukur, kecintaan, dan penghormatan masyarakat Banten terhadap Nabi Muhammad SAW.
Menurut salah satu tokoh masyarakat di daerah Serang, istilah "ngeropok" berasal dari bahasa Jawa Banten (atau Jawa Serang), yang mengacu pada orang-orang yang datang tanpa diundang. Secara harfiah, kata ini merujuk kepada sekelompok orang yang mendatangi suatu acara tanpa adanya undangan resmi.
Namun, dalam konteks tradisi ini, istilah tersebut memiliki makna yang lebih khusus, yakni acara yang diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Meskipun demikian, hanya laki-laki dari luar kampung penyelenggara yang diperbolehkan untuk ikut serta dalam prosesi ini, sementara kaum wanita hanya diperkenankan untuk menonton dari luar masjid.
Tradisi ngeropok telah menjadi sebuah kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Serang dan sekitarnya. Dalam tradisi ini, masyarakat berkumpul untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, sambil mempererat hubungan sosial dan berbagi rezeki dengan sesama.
Tradisi ini dianggap sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan, serta sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Pada hari Senin, (15/9/24), ribuan orang berkumpul di Masjid di daerah Tembong Pabuaran, Kecamatan Cipocok Jaya, tepatnya di Jl. Baru Tembong-Ciomas RT 003 RW 07, untuk mengikuti acara Ngeropok yang digelar di masjid tersebut.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara ini diawali dengan Zikir Maulid yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, yakni Ustad Sarkawi, serta sesepuh masyarakat di wilayah tersebut. Zikir Maulid ini adalah rangkaian dzikir dan doa yang diucapkan sebagai bentuk pujian kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus untuk memohon berkah dan keselamatan bagi seluruh masyarakat.