Sabtu, 4 Juli 2026
Login Kirim Tulisan

Tingkat Kematian Bayi di Pandeglang Tinggi, Dinkes Berupaya Tingkatkan Kesehatan Ibu Hamil

BAGIKAN:
Tingkat Kematian Bayi di Pandeglang Tinggi, Dinkes Berupaya...
0
Tingkat Kematian Bayi di Pandeglang Tinggi, Dinkes Berupaya Tingkatkan Kesehatan Ibu Hamil
Iklan

PANDEGLANG - Pada tahun 2023, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang melaporkan adanya 131 kematian bayi.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Pandeglang, Encep Hermawan, menyampaikan pada Senin, 22 Juli 2024, bahwa salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir adalah kurangnya asupan gizi pada ibu selama kehamilan.

"Selain itu, faktor lain yang menyebabkan kematian bayi antara lain bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dan bayi yang lahir prematur," ungkap Encep.

Kurangnya gizi pada ibu, seperti anemia, serta usia ibu hamil yang terlalu muda atau terlalu tua juga mempengaruhi angka kematian bayi, tambahnya.

Menurut data, pada tahun 2023, Pandeglang mencatat 196 kasus kematian bayi baru lahir dan 31 kematian ibu.

Dari Januari hingga Juli 2024, terdapat 49 kematian bayi baru lahir dan 15 kematian ibu.

"Bayi yang baru lahir sangat rentan terhadap kematian. Tren kematian ibu menurun, namun kematian bayi baru lahir meningkat dan sulit diprediksi,” ujar Encep.

Pandeglang berada di posisi keempat dalam angka kematian bayi di Provinsi Banten.

Iklan
Pemkot Tangerang Intensifkan Upaya Penurunan Stunting melalui Skrining dan Kolaborasi Multi-Pihak
Artikel Selanjutnya

Pemkot Tangerang Intensifkan Upaya Penurunan Stunting melalui Skrining dan Kolaborasi Multi-Pihak

Iklan
Iklan
Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 22 Juli 2024, 18:31 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:50 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini