Minggu, 13 September 2026

Imah Kopi Gunung Karang: Transformasi Petani Kopi Menjadi Pengusaha Kopi, Membangun Ekosistem Unik dan Mendorong Pemberdayaan Ekonomi di Banten

BAGIKAN:
Imah Kopi Gunung Karang: Transformasi Petani Kopi Menjadi Pe...
0
Imah Kopi Gunung Karang: Transformasi Petani Kopi Menjadi Pengusaha Kopi, Membangun Ekosistem Unik dan Mendorong Pemberdayaan Ekonomi di Banten

PANDEGLANG, DISTRIKBANTENNEWS.COM - Pada Minggu, 26 November 2023 lalu, Imah Kopi Gunung Karang resmi dibuka oleh Pj Gubernur Banten dan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten. Tempat ini sekarang menjadi pusat harapan bagi petani kopi di kaki Gunung Karang, khususnya di beberapa desa di Kelurahan Juhut, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang-Banten.

Imah Kopi Gunung Karang menawarkan pengalaman minum kopi yang unik dengan latar belakang pegunungan yang indah dan sejuk.

Selain itu, galeri kopi menambah keistimewaan tempat ini. Yang paling menarik adalah bagaimana pertanian dapat berkolaborasi dengan pemberdayaan ekonomi untuk menciptakan ekosistem yang unik.

Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) Tri Sanghyang, dalam program KSBI dan Dinas Pertanian Provinsi Banten, telah menciptakan platform di mana kelompok tani dan pengusaha dapat bekerja sama untuk membangun Kilometer 0 Kopi Banten di Gunung Karang.

Program ini, yang dimulai pada September 2023, telah memberdayakan beberapa kelompok tani untuk membuat lahan pertanian mereka lebih produktif. Mereka telah menanam sekitar 28.000 pohon kopi di lahan seluas sekitar 60 hektar dari total 116 hektar yang tersedia.

Ini telah mengembalikan citra Gunung Karang sebagai titik 0 kilometer Kopi Banten.

Sistem penanaman yang baik dengan menggunakan model agroforestri telah mengubah lahan perkebunan menjadi hutan produktif yang menyejukan. Ada tiga jenis kopi utama yang dibudidayakan oleh masyarakat Juhut: Liberika, Robusta, dan Arabika.

Mereka juga menghasilkan kopi endemik yang dikenal sebagai kopi Bakhir, kopi Babakhir, dan kopi leupeh lalay.

Revitalisasi Pertanian Kopi di Gunung Karang: Bangun Ekosistem Pertanian dan Bisnis Berkelanjutan
Artikel Selanjutnya

Revitalisasi Pertanian Kopi di Gunung Karang: Bangun Ekosistem Pertanian dan Bisnis Berkelanjutan

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 11 Mei 2024, 03:47 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:50 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

JIKA NEGERIKU BERSIH DARI KORUPSI

Konten Redaksi Jumat, 4 September 2026 | 20:44 WIB

Literasi bukan hanya soal membaca : Ketika masyarakat kehilangan kemampuan memahami

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 1 September 2026 | 13:38 WIB

“Inside Out” Dorong Kemandirian Mitra dalam Pemberdayaan Anak Marginal di Panti Asuhan Miftahul Huda Blitar

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Beyond the Beach: Ketika Wisatawan Meracik Cerita dan Suvenirnya Sendiri di Bali

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:27 WIB

Bibir Sumbing Bisa Terdeteksi Sejak Kehamilan, Ini yang Perlu Diperhatikan

Konten Redaksi Senin, 10 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Ancaman Kesehatan di Balik Kebiasaan Tidur Larut Malam yang Sering Diabaikan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 5 Agustus 2026 | 09:11 WIB

Alzan Subhan: Sosok Beauty Educator di Balik Derma Insight ID

Konten dari Pengguna Opini Kamis, 9 Juli 2026 | 23:58 WIB

Strategi Affiliate Marketing Mengubah Lanskap Penjualan Komponen Lampu Bi-led di Media Sosial

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Jumat, 3 Juli 2026 | 21:13 WIB