Banyak warga yang menahan sakit akibat sulitnya mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Masalah ini tentu saja menimbulkan efek domino terhadap kehidupan masyarakat di sana.
Tingginya angka putus sekolah, buruknya kesehatan, bahkan ekonomi warga yang sebagian besar berprofesi sebagai buruh tani akan sangat sulit untuk bangkit Komandan Kodim 0602/Serang, Letkol Inf Mulyo Junaidi, memaparkan. Melalui Program TMMD ke-119 ini, satgas bersama masyarakat telah membangun banyak fasilitas publik mulai dari fasilitas keagamaan, MCK, Tembok Penghalang Tanah (TPT), bedah rumah tidak layak huni, pembukaan jalan sepajang 1 km.
Hingga memperbaiki jembatan penghubung antara Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak.
Program ini tentu membuka harapan baru bagi masyarakat setempat. Dengan dibangunnya jalan poros desa dan jembatan yang menghubungkan kabupaten serang dengan kabupaten lebak diharapkan mampu mempermudah masyarakat dalam mengakses pendidikan.
Melancarkan jalan ekonomi. Sehingga mampu meningkatkan kehidupan dan kesejahteraan sosial warga bojong pandan.
Selain kegiatan fisik, TMMD juga membangun masyarakat desa melalui kegiatan nonfisik seperti penyuluhan bela negara, pertanian, pengobatan massal gratis, donor darah, bantuan sosial serta sosialisasi tentang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup secara holistik. Bukan tanpa tantangan, tingkat literasi masyarakat yang rendah belum begitu memahami program yang sedang diselenggarakan.
Akibatnya perselisihan paham antara warga dan satgas terjadi berulangkali. Warga yang merasa tanahnya terkena program ini meminta bayaran atau ganti rugi.
Belum lagi tantangan alam yakni cuaca buruk seperti hujan yang membuat akses jalan licin, ditambah memasuki bulan suci ramadan cukup menguras tenaga satgas di lapangan. Tetapi tidak membuat semangat serta kerja sama antara TNI, Polri serta masyarakat menjadi surut demi tercapainya target kegiatan.