Senin, 21 September 2026

Ancaman Kesehatan di Balik Kebiasaan Tidur Larut Malam yang Sering Diabaikan

BAGIKAN:
Ancaman Kesehatan di Balik Kebiasaan Tidur Larut Malam yang...
0
Ancaman Kesehatan di Balik Kebiasaan Tidur Larut Malam yang Sering Diabaikan
Dokumentasi Unsplash

Di tengah kesibukan harian yang padat, mengorbankan waktu istirahat demi menyelesaikan pekerjaan atau sekadar menikmati waktu luang di malam hari sering kali menjadi pilihan banyak orang. Kebiasaan tidur larut malam atau begadang ini kerap dianggap sepele karena dianggap bisa digantikan dengan tidur lebih lama pada esok hari. Padahal, kebiasaan yang terlihat sepele tersebut menyimpan berbagai ancaman serius bagi kesehatan fisik maupun mental jika terus dilakukan secara terus-menerus.

​Berdasarkan laporan World Health Organization (2023), kurang tidur kronis akibat begadang dapat menurunkan kinerja sistem kekebalan tubuh secara drastis. Akibatnya, seseorang menjadi jauh lebih rentan terserang berbagai penyakit infeksi. Senada dengan hal tersebut, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2022) menjelaskan bahwa waktu tidur yang tidak mencukupi dapat memicu gangguan metabolisme, meningkatkan risiko hipertensi, memicu obesitas, serta memunculkan masalah kesehatan mental seperti stres berkepanjangan dan kecemasan.

​Secara biologis, tubuh manusia dan organ-organ vitalnya memerlukan waktu istirahat yang cukup di malam hari untuk menjalankan proses pemulihan serta regenerasi sel secara optimal. Apabila siklus alami ini terus-menerus terganggu oleh kebiasaan tidur larut malam, keseimbangan fungsi tubuh secara keseluruhan akan mengalami penurunan drastis dalam jangka panjang.

​Oleh karena itu, sudah saatnya kita mulai memperbaiki pola istirahat dengan tidur tepat waktu dan mencukupi durasi tidur ideal setiap malam. Mengatur waktu dengan bijak sejak hari ini merupakan investasi serta langkah awal yang sangat penting guna menjaga kesehatan tubuh yang prima di masa depan.

 

Ditulis Oleh: Evrita Nur Salsabillah (626110129002) 

Prodi S1 Kesehatan masyarakat, Fakultas kesehatan masyarakat

Pendiri Derma Insight ID, Alzan Subhan: Edukasi Kulit Harus Berbasis Fakta, Bukan Janji Instan
Artikel Selanjutnya

Pendiri Derma Insight ID, Alzan Subhan: Edukasi Kulit Harus Berbasis Fakta, Bukan Janji Instan

Kontributor: Ghefira Lia
Diterbitkan: 5 Agustus 2026, 09:11 WIB · Diperbarui: 6 Agustus 2026, 20:57 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

JENI NUR AINI Menuntaskan 10K Pertama di TNI Run 2026

Konten dari Pengguna Cerita Minggu, 20 September 2026 | 12:27 WIB

JIKA NEGERIKU BERSIH DARI KORUPSI

Konten Redaksi Jumat, 4 September 2026 | 20:44 WIB

Literasi bukan hanya soal membaca : Ketika masyarakat kehilangan kemampuan memahami

Konten dari Pengguna Opini Selasa, 1 September 2026 | 13:38 WIB

“Inside Out” Dorong Kemandirian Mitra dalam Pemberdayaan Anak Marginal di Panti Asuhan Miftahul Huda Blitar

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Beyond the Beach: Ketika Wisatawan Meracik Cerita dan Suvenirnya Sendiri di Bali

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:27 WIB

Bibir Sumbing Bisa Terdeteksi Sejak Kehamilan, Ini yang Perlu Diperhatikan

Konten Redaksi Senin, 10 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Ancaman Kesehatan di Balik Kebiasaan Tidur Larut Malam yang Sering Diabaikan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 5 Agustus 2026 | 09:11 WIB

Alzan Subhan: Sosok Beauty Educator di Balik Derma Insight ID

Konten dari Pengguna Opini Kamis, 9 Juli 2026 | 23:58 WIB