Perkuat Iman dan Bangun Perubahan Positif, Warga Binaan Lapas Bandanaira Ikuti Ibadah Tutup Usbu
Banda Naira - Dalam upaya memperkuat keimanan dan membentuk karakter yang lebih baik, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira memfasilitasi pelaksanaan ibadah tutup usbu bagi Warga Binaan beragama Kristen di Gereja Ebenhaezer Lapas Bandanaira, Sabtu (10/10).
Kegiatan ibadah berlangsung sebagai bagian dari pembinaan kepribadian di bidang kerohanian, sekaligus menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, melakukan refleksi diri, serta menumbuhkan semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Melalui ibadah ini, Warga Binaan diajak untuk menjadikan nilai-nilai kasih, pengampunan, kejujuran, dan tanggung jawab sebagai landasan dalam memperbaiki diri. Pembinaan kerohanian diharapkan tidak hanya memberikan ketenangan batin, tetapi juga mendorong tumbuhnya sikap disiplin, kepedulian, dan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Subseksi, Rustam Kasoor, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan. Menurutnya, kegiatan ibadah menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai moral dan membangun kesadaran untuk terus memperbaiki diri.
"Melalui ibadah tutup usbu ini, kami berharap Warga Binaan semakin memperkuat iman, memiliki ketenangan batin, serta mampu menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak. Perubahan positif harus dimulai dari kesadaran diri dan kemauan untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik," ungkap Rustam.
Sementara itu, Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi Warga Binaan dalam menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing.
"Pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga tentang proses pembinaan dan perubahan diri. Kami berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat memperkuat keimanan, menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki kesalahan, serta membekali warga binaan dengan nilai-nilai positif sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat," tegas Samad.
Pelaksanaan ibadah tutup usbu ini menjadi wujud komitmen Lapas Bandanaira dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, dengan memperhatikan kebutuhan spiritual Warga Binaan sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial.
Melalui pembinaan kerohanian yang berkelanjutan, Lapas Bandanaira berharap setiap Warga Binaan mampu memaknai masa pembinaan sebagai kesempatan untuk bertumbuh, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Artikel ini merupakan kiriman dari akun lembaga yang identitas pengelolanya telah diverifikasi oleh Distrik Banten News. Isi kiriman merupakan tanggung jawab pengelola akun dan telah melalui proses moderasi sesuai kebijakan platform.