Lapas Bandanaira Hadiri Salat Istisqa, Ikhtiar Bersama Hadapi Musim Kemarau
Banda Naira - Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira menghadiri pelaksanaan Salat Istisqa yang digelar di pekarangan SMAN 1 Maluku Tengah, Sabtu (3/10), sebagai ikhtiar bersama memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau dan potensi dampak fenomena El Nino yang melanda wilayah Indonesia.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIT tersebut dipimpin oleh Kepala KUA Banda, Ridwan Wailusy, dan dihadiri unsur Forkompimcam, perwakilan Kepala Pemerintahan Negeri Administrasi, Kepala Dinas Jawatan, tokoh agama, masyarakat, serta para pelajar dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari SD hingga SMA.
Dalam sambutannya, Ridwan Wailusy menyampaikan rasa syukur dan harunya atas antusiasme seluruh elemen masyarakat yang hadir. Menurutnya, kehadiran unsur pemerintah, tokoh agama, masyarakat hingga generasi muda mencerminkan kuatnya rasa kebersamaan dan kepedulian warga Banda dalam menghadapi kondisi kekeringan.
"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momen kekeringan ini sebagai ajakan bermuhasabah diri, terus memperbanyak istigfar, menjaga perdamaian, saling tolong-menolong menghadapi dampak kemarau, serta tidak putus asa dalam mengetuk pintu rahmat Allah SWT," ujar Ridwan.
Sementara itu, Penyuluh Agama KUA Banda, Saleh Saad Minggu, dalam khutbahnya menekankan bahwa salat Istisqa merupakan bentuk pengakuan atas kelemahan manusia di hadapan Sang Pencipta, sekaligus ikhtiar dan doa untuk memohon turunnya hujan sebagai rahmat dari Allah SWT.
"Salat Istisqa menjadi momentum bagi kita untuk menyadari bahwa manusia memiliki keterbatasan dan senantiasa membutuhkan pertolongan Allah SWT," ucapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya memanjatkan doa, tetapi turut menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitar. Menurutnya, menjaga sumber daya air yang masih tersedia merupakan bagian dari rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menyampaikan bahwa kehadiran jajaran Lapas Bandanaira dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya bersama masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi kondisi kemarau.
"Kegiatan Salat Istisqa ini menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan kebersamaan dalam menghadapi kondisi kemarau. Kami berharap ikhtiar dan doa yang dilakukan bersama ini mendapat ridha Allah SWT, serta hujan segera turun sehingga kebutuhan air masyarakat dapat kembali terpenuhi," ucap Samad.
Ia menambahkan, Lapas Bandanaira akan terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, aparat, tokoh agama, dan masyarakat dalam mendukung berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat. Salat Istisqa ini menjadi simbol kebersamaan dan harapan masyarakat Banda Naira agar Allah SWT segera menurunkan hujan, memulihkan sumber-sumber air, serta memberikan keberkahan.
Artikel ini merupakan kiriman dari akun lembaga yang identitas pengelolanya telah diverifikasi oleh Distrik Banten News. Isi kiriman merupakan tanggung jawab pengelola akun dan telah melalui proses moderasi sesuai kebijakan platform.