Ikuti Kami
Sabtu, 10 Oktober 2026 ⚡ Versi Web
Konten dari Pengguna Siaran Pers

Budidaya Kangkung di Lahan SAE, Lapas Bandanaira Perkaya Keterampilan Warga Binaan

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:40 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Banda Naira - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus memperkuat program pembinaan kemandirian melalui budidaya kangkung di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Sabtu (10/10). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis di bidang pertanian sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.
‎
‎Dalam pelaksanaannya, Warga Binaan mendapatkan pendampingan langsung dari petugas pembinaan, mulai dari pengenalan teknik bercocok tanam, persiapan media tanam, proses penanaman benih, hingga perawatan tanaman. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan didorong untuk memahami setiap tahapan budidaya sekaligus membangun kedisiplinan, ketekunan, dan rasa tanggung jawab.
‎
‎Staf Pembinaan, Julfikri Pattiasina, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan secara bertahap agar Warga Binaan dapat memahami teknik budidaya kangkung dengan baik dan mampu menerapkannya secara mandiri.
‎
‎"Proses pendampingan kami lakukan secara bertahap, mulai dari pengenalan dasar bercocok tanam hingga perawatan tanaman. Dengan praktik langsung, Warga Binaan diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif," jelas Julfikri.
‎
‎Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, menambahkan bahwa program budidaya kangkung memberikan manfaat lebih dari sekadar keterampilan bertani. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membentuk pola pikir produktif, meningkatkan rasa percaya diri, serta menanamkan nilai kerja keras dan tanggung jawab kepada Warga Binaan.
‎
‎"Melalui budidaya kangkung, Warga Binaan memiliki kesempatan untuk belajar, bekerja, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Keterampilan ini diharapkan dapat menjadi modal ketika mereka kembali ke masyarakat, baik untuk mengembangkan usaha pertanian skala kecil maupun sebagai bekal memasuki dunia kerja," ungkap Rustam.
‎
‎Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari pelaksanaan fungsi Pemasyarakatan, khususnya dalam mempersiapkan Warga Binaan agar mampu berintegrasi kembali dengan masyarakat secara positif dan produktif.
‎
‎"Kami ingin memastikan bahwa masa pembinaan di Lapas menjadi kesempatan bagi Warga Binaan untuk memperbaiki diri dan memperoleh keterampilan yang bermanfaat. Melalui budidaya kangkung di lahan SAE, kami berupaya menghadirkan pembinaan yang aplikatif, berkelanjutan, dan sesuai dengan potensi yang dapat dikembangkan di lingkungan Lapas," tegas Samad.
‎
‎
‎Melalui budidaya kangkung di lahan SAE, Lapas Bandanaira berharap Warga Binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian, tetapi juga memiliki semangat untuk terus belajar, berusaha, dan membangun masa depan yang lebih baik.
‎
‎Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen Lapas Bandanaira dalam menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada keterampilan, kemandirian, dan kesiapan Warga Binaan untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat. 

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:40 WIB
Tentang Siaran Pers

Artikel ini merupakan kiriman dari akun lembaga yang identitas pengelolanya telah diverifikasi oleh Distrik Banten News. Isi kiriman merupakan tanggung jawab pengelola akun dan telah melalui proses moderasi sesuai kebijakan platform.

Artikel Selanjutnya

Perkuat Transparansi Publik, Kemenimipas Tuai Berbagai Penghargaan dalam AHI 2026

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas
Budidaya Kangkung di Lahan SAE, Lapas Bandanaira Perkaya Keterampilan Warga Binaan

Bagikan artikel ini melalui