Aksi Nyata GASPOL UNESA: Belajar Gradien Menggunakan Desain Rampa
SURABAYA — Semangat Gerakan Akselerasi Strategis untuk Peningkatan dan Optimalisasi Literasi (GASPOL) yang diinisiasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mulai diterapkan melalui aksi nyata di sekolah. Program yang diketuai oleh Dr. Endah Budi Rahaju, M.Pd. tersebut diwujudkan dalam pembelajaran matematika di SMP Labschool UNESA 3 Surabaya pada Rabu (16/9/2026) dan Kamis (24/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Nikmatus Savira Aprilianda, S.Pd. hadir sebagai guru model. Alih-alih membuka pembelajaran gradien dengan rumus, siswa terlebih dahulu dihadapkan pada persoalan yang dapat mereka jumpai dalam lingkungan sekitar, yakni bagaimana merancang sebuah rampa yang aman dan nyaman untuk digunakan.
Rampa dipilih bukan tanpa alasan. Sebagai sekolah yang ramah inklusi, SMP Labschool UNESA 3 memiliki konteks yang relevan untuk mengajak siswa memikirkan bagaimana sebuah fasilitas dapat dirancang agar dapat digunakan. “SMP Labschool UNESA 3 merupakan sekolah yang ramah akan inklusi. Kalau kita misalkan akan menambah fasilitas baru yaitu rampa, lalu kalian akan dipilih menjadi seorang designer rampa,” ungkap Nikmatus, menjadi pengantar bagi siswa untuk mengambil peran dalam persoalan yang diberikan.
Melalui situasi tersebut, siswa diajak mengamati desain rampa secara bertahap. Mereka perlu mempertimbangkan kemiringan, ukuran, serta hubungan antara tinggi dan panjang rampa agar rancangan yang dibuat tidak hanya dapat diterapkan secara matematis, tetapi juga masuk akal dari sisi penggunaannya.
Pendekatan ini membuat konsep gradien tidak hadir sebagai rumus yang harus dihafalkan sejak awal. Sebaliknya, konsep tersebut ditemukan secara bertahap melalui kebutuhan untuk menyelesaikan persoalan desain. Siswa terlebih dahulu memahami konteks, mengidentifikasi informasi yang dibutuhkan, menganalisis hubungan antarukuran, kemudian menggunakan konsep matematika untuk menghasilkan rancangan yang sesuai.
Penerapan tersebut menjadi bagian dari aksi nyata tindak lanjut pelatihan GASPOL. Jika dalam pelatihan guru didorong untuk menghadirkan matematika melalui realita kehidupan sehari-hari, pembelajaran di SMP Labschool UNESA 3 menunjukkan bagaimana prinsip tersebut dapat diterapkan melalui persoalan yang dekat dengan lingkungan sekolah.
Pemanfaatan rampa sebagai konteks juga membuka ruang bagi siswa untuk melihat bahwa matematika memiliki keterkaitan dengan berbagai aspek kehidupan. Konsep gradien tidak hanya digunakan untuk menyelesaikan soal di atas kertas, tetapi dapat membantu seseorang mempertimbangkan keamanan, kenyamanan, dan kebermanfaatan sebuah fasilitas.
Melalui aksi nyata ini, pembelajaran matematika diarahkan tidak hanya untuk mencapai pemahaman konsep, tetapi juga membangun kemampuan siswa dalam mengamati permasalahan, bernalar, mengambil keputusan, dan menerapkan matematika dalam kehidupan. Dengan demikian, semangat GASPOL untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual mulai diwujudkan melalui pengalaman belajar yang nyata di ruang kelas
Oleh Kunzita Namira, Mahasiswa S1 Pendidikan Matematika UNESA
Artikel ini merupakan karya pengguna yang dikirim melalui platform Distrik Banten News dan telah melalui proses moderasi. Status Kontributor tidak menunjukkan keanggotaan Redaksi maupun kewenangan untuk mewakili Distrik Banten News.