Jumat, 9 Oktober 2026

Mengapa AI di Kampus Tidak Harus Ditakuti, tetapi Harus Dipahami

Benda Baru Kelurahan/Desa Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten
BAGIKAN:
Mengapa AI di Kampus Tidak Harus Ditakuti, tetapi Harus Dipa...
0
Mengapa AI di Kampus Tidak Harus Ditakuti, tetapi Harus Dipahami
Gambar AI


Kondisi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan teoritis. Mereka juga perlu memahami perkembangan teknologi, termasuk AI, sekaligus mengetahui keterbatasannya. Data Indeks Masyarakat Digital Indonesia 2024 menunjukkan skor pilar keterampilan digital meningkat dari 56,59 pada 2023 menjadi 58,25 pada 2024. Namun, kesenjangan pemahaman AI di dunia kerja masih terlihat. Microsoft mencatat bahwa 87 persen pemimpin di Indonesia telah memahami AI agents, sementara angka tersebut baru mencapai 56 persen di kalangan karyawan. Karena itu, kemampuan menggunakan AI secara kritis dan bertanggung jawab dapat menjadi bagian dari proses mempersiapkan mahasiswa menghadapi lingkungan kerja yang semakin terdigitalisasi.


Menururt saya kampus tidak cukup hanya melarang mahasiswa menggunakan AI. Pendekatan yang lebih relevan adalah memberikan pemahaman mengenai penggunaan AI yang bertanggung jawab. Mahasiswa perlu diajarkan cara memanfaatkan AI sebagai learning assistant, bukan sebagai mesin pembuat tugas.

Dosen juga dapat merancang tugas yang mendorong mahasiswa menunjukkan proses berpikirnya. Misalnya, mahasiswa tidak hanya diminta mengumpulkan esai, tetapi juga menjelaskan sumber yang digunakan, alasan memilih suatu argumen, atau mempresentasikan hasil pemikirannya. Dengan demikian, penggunaan AI tidak otomatis menghilangkan proses belajar.


Di sisi mahasiswa, prinsip sederhana yang dapat diterapkan adalah: gunakan AI untuk membantu berpikir, bukan menggantikan pikiran. Setiap informasi dari AI tetap perlu diperiksa karena AI dapat memberikan jawaban yang keliru atau kurang sesuai konteks. Mahasiswa tetap menjadi pihak yang bertanggung jawab terhadap hasil akhir pekerjaannya.


Kehadiran AI di dunia pendidikan merupakan bagian dari perubahan zaman yang sulit dihindari. Menolak teknologi sepenuhnya bukan solusi, tetapi menerima AI tanpa batas juga bukan pilihan yang bijaksana. Tantangan sebenarnya bukan apakah mahasiswa menggunakan AI atau tidak, melainkan apakah mereka masih mampu berpikir ketika AI berada di samping mereka.

Pada akhirnya, teknologi seharusnya membuat manusia semakin mampu, bukan semakin bergantung. Kampus memiliki tanggung jawab untuk membangun budaya penggunaan AI yang etis, sementara mahasiswa harus tetap mempertahankan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, dan kejujuran akademik. Sebab, tujuan pendidikan bukan sekadar menghasilkan tugas yang selesai, tetapi membentuk manusia yang mampu memahami persoalan dan menemukan jawabannya dengan pikirannya sendiri.

Quizizz Mission: Inovasi Ulangan Harian Berbasis Stimulus untuk Mendukung Pembelajaran Berkualitas di Kelas X MPLB
Artikel Selanjutnya

Quizizz Mission: Inovasi Ulangan Harian Berbasis Stimulus untuk Mendukung Pembelajaran Berkualitas di Kelas X MPLB

Kontributor: Hanun Fathimah Azzahra
Diterbitkan: 8 Oktober 2026, 12:02 WIB · Diperbarui: 8 Oktober 2026, 13:56 WIB
Sumber: - BPSDM Komdigi — Indeks Masyarakat Digital Indonesia 2024: sumber pemerintah Indonesia dan sangat cocok untuk data nasional. - OECD — OECD Economic Surveys: Indonesia 2024: cocok untuk data keterampilan digital dan kebutuhan kompetensi tenaga kerja. - Microsoft & LinkedIn — Work Trend Index 2024/2025: cocok untuk data penggunaan AI dan perubahan kebutuhan dunia kerja. - World Bank — Digital Progress and Trends Report 2025: cocok untuk konteks global mengenai AI, keterampilan digital, dan pekerjaan. - ILO — Generative AI and Jobs: A 2025 Update: cocok untuk menjelaskan hubungan AI dan perubahan tugas pekerjaan secara lebih akademis.

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Krisis Membangun Ruang Digital yang Sehat

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 4 Mei 2026 | 17:31 WIB

Pendidikan Kewirausahaan: Memutus Rantai Ketergantungan.

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Jumat, 1 Mei 2026 | 10:32 WIB

FizzzMarket: Solusi Platform Andalan bagi Gamer Indonesia

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 15 April 2026 | 08:28 WIB

Dari Scroll Jadi Sold: Cara @fahshop_24 Mengubah Penonton Menjadi Pembeli

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 9 April 2026 | 09:44 WIB

Polsek Pamarayan Ringkus Dua Pencuri Counter HP dalam Tiga Jam

Konten Redaksi Jumat, 27 Maret 2026 | 20:47 WIB

PRSI Sumut Gelar Program Robotika dan Campus Tour di Nias Akhir Maret 2026

Konten Redaksi Selasa, 17 Maret 2026 | 22:46 WIB

Siswa Kelas 8H Praktikum Getaran IPA, Pahami Fenomena Gempa Bantul

Konten Redaksi Selasa, 17 Maret 2026 | 22:03 WIB