“Pokoknya, kalau ada laporan, kita pasti tindak tegas. Kalau kita, pasti respons cepat,” tegas Maruli saat memberikan keterangan kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Kasad juga menegaskan bahwa apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya prajurit TNI AD yang terlibat, memberikan fasilitas, atau melakukan pelanggaran terkait aktivitas tersebut, pihaknya akan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, proses pemeriksaan tidak hanya diarahkan untuk mengungkap aktivitas para terduga operator, tetapi juga memastikan apakah terdapat keterlibatan pihak lain dalam penggunaan lokasi tersebut.
Hingga kini, pemeriksaan terhadap 11 orang yang diamankan serta pendalaman terhadap barang bukti masih berlangsung. TNI AD juga menyatakan akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum terkait untuk mengungkap secara menyeluruh dugaan aktivitas judi online tersebut.