Berantas Halinar, Lapas Bandanaira Gelar Razia dan Tes Urine Bersama TNI-Polri
Banda Naira - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira bersama TNI-Polri melakukan razia blok hunian dan tes urine sebagai upaya memperkuat komitmen pemberantasan handphone, pungutan liar, dan narkoba (Halinar) sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan Pemasyarakatan, Senin (21/9) malam.
Kegiatan diawali dengan apel gabungan yang dipimpin Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, bersama Danramil 1502-01/Banda, Kapten Cba. Zulkifli Ten. Apel tersebut diikuti 22 petugas Lapas, tiga personel Koramil 1502-01/Banda, tiga personel Pos TNI AL Banda, serta dua personel Polsek Banda.
Dengan melibatkan 30 personel gabungan, kegiatan dilanjutkan dengan penggeledahan kamar, area blok hunian, tempat ibadah, bengkel kegiatan kerja, dan dapur Lapas. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan terukur dengan menyasar barang-barang yang dilarang maupun berpotensi mengganggu kamtib, seperti alat komunikasi ilegal, narkotika, senjata tajam, serta benda lainnya yang dapat disalahgunakan.
Dari hasil penggeledahan, petugas gabungan menemukan dan mengamankan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di area blok hunian, di antaranya korek api, silet, paku, pena, kawat, pecahan kaca yang dijadikan cermin, botol parfum kaca, dan jepitan kuku. Dalam penggeledahan ini tersebut, tidak menemukan handphone maupun narkoba yang menjadi sasaran pemeriksaan. Seluruh barang hasil temuan kemudian diamankan oleh petugas untuk dilakukan pendataan dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain penggeledahan, tes urine dilakukan terhadap 10 Warga Binaan dan lima petugas yang dipilih secara acak. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta yang menjalani tes urine dinyatakan negatif.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, mengatakan zero Halinar membutuhkan konsistensi, integritas, dan dukungan lintas instansi.
"Zero Halinar harus terus dijaga melalui deteksi dini, pemeriksaan, dan evaluasi secara konsisten. Kami tidak memberi ruang bagi handphone, pungli, maupun narkoba. Untuk itu, kami membutuhkan integritas dan kerja bersama. Sinergi dengan TNI dan Polri harus terus diperkuat melalui langkah nyata, mulai dari deteksi dini hingga pencegahan setiap potensi gangguan keamanan," tegas Samad.
Sementara itu, Danramil 1502-01/Banda, Kapten Cba. zullifli Ten, menekankan pentingnya pengawasan bersama terhadap sejumlah objek vital yang berpotensi menjadi jalur masuk maupun peredaran narkoba.
"Objek-objek vital seperti SPBU, bandara, pelabuhan, dan Lapas perlu menjadi perhatian bersama dalam upaya mencegah peredaran narkoba. Kehadiran kami disini untuk mendukung upaya Lapas mewujudkan lingkungan zero narkoba serta memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat berjalan aman dan kondusif," ungkapnya.
Apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan juga disampaikan Pejabat Sementara (Pjs.) Danpos TNI AL Banda, Serda Faisal Magrib. Ia menilai keterlibatan TNI dan Polri dalam kegiatan pengawasan di Lapas merupakan bentuk sinergi konkret dalam mendukung pemberantasan narkoba.
"Kami mengapresiasi langkah Lapas Bandanaira yang terus menggandeng TNI dan Polri dalam menjaga keamanan sekaligus mewujudkan Lapas yang bersih dari peredaran narkoba. Kolaborasi seperti ini penting untuk memperkuat pengawasan dan mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini," ujarnya.
Kegiatan razia dan tes urine tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-61.OT.02.02 Tahun 2026 tentang Peningkatan Kewaspadaan dalam rangka Deteksi Dini Pencegahan Gangguan Keamanan dan Ketertiban pada Lapas, LPKA, dan Rutan di seluruh Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Bandanaira menegaskan komitmennya untuk menjaga lingkungan Pemasyarakatan tetap aman, tertib, dan bersih dari Halinar melalui pengawasan berkelanjutan serta penguatan sinergi bersama aparat penegak hukum dan unsur terkait. (Humas/LT)
Artikel ini merupakan kiriman dari akun lembaga yang identitas pengelolanya telah diverifikasi oleh Distrik Banten News. Isi kiriman merupakan tanggung jawab pengelola akun dan telah melalui proses moderasi sesuai kebijakan platform.