Perkuat Koordinasi dan Publikasi, Lapas Bandanaira Ikuti Pengarahan dan Sosialisasi Kehumasan
Banda Naira, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus memperkuat koordinasi internal sekaligus meningkatkan kapasitas jajaran dalam bidang komunikasi publik. Hal tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, bersama pejabat struktural dan pegawai staf dalam Pengarahan Persiapan Rapat Koordinasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Sosialisasi Kehumasan, Senin (14/9).
Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual tersebut merupakan agenda Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Rapat Koordinasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sekaligus memperkuat pemahaman jajaran mengenai pelaksanaan tugas kehumasan di era digital.
Pengarahan dan sosialisasi disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi. Materi yang diberikan menjadi penguatan bagi jajaran Pemasyarakatan dalam menjalankan fungsi komunikasi publik secara efektif, informatif, dan bertanggung jawab.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi penggunaan media monitoring Pemasyarakatan, praktik penulisan straight news, serta sosialisasi teknis pengiriman berita "Apa Kabar Pemasyarakatan".
Materi tersebut menjadi penting di tengah perkembangan komunikasi digital yang membuat informasi mengenai institusi pemerintah dapat diterima masyarakat dengan sangat cepat. Kemampuan memantau pemberitaan, memahami isu yang berkembang, serta menyajikan informasi secara akurat menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas komunikasi publik.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menegaskan bahwa kehumasan memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja organisasi. Menurutnya, setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan yang dilakukan jajaran perlu dikomunikasikan kepada masyarakat secara proporsional dan berdasarkan fakta.
"Kehumasan bukan sekadar menyampaikan berita, tetapi bagaimana memastikan informasi mengenai pelaksanaan tugas dan pelayanan Pemasyarakatan dapat diterima masyarakat secara benar, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Samad.
Ia juga mendorong humas Lapas Bandanaira untuk semakin aktif mendokumentasikan berbagai kegiatan positif yang dilaksanakan Lapas, khususnya kegiatan pembinaan Warga Binaan, pelayanan publik, sinergi dengan stakeholder, serta inovasi yang memberikan manfaat nyata.
"Apa yang kita kerjakan harus terdokumentasi dengan baik dan disampaikan secara tepat. Publik perlu mengetahui bahwa Pemasyarakatan terus bergerak memberikan pelayanan dan pembinaan yang semakin baik," tambahnya.
Sementara itu, Humas Lapas Bandanaira, La Upy Tomia, menyampaikan bahwa materi sosialisasi memberikan pemahaman penting baginya dalam meningkatkan kualitas pemberitaan dan publikasi.
"Sosialisasi ini sangat membantu kami dalam memahami bagaimana menyusun berita yang singkat, jelas, faktual, dan memiliki nilai informasi. Terlebih dengan adanya media monitoring, kami dapat mengetahui isu maupun pemberitaan yang berkembang sehingga informasi yang disampaikan Lapas dapat lebih responsif dan terarah," jelasnya.
Menurutnya, tantangan kehumasan saat ini tidak hanya terletak pada kemampuan menulis berita, tetapi juga pada kecepatan merespons informasi, ketepatan memilih materi publikasi, serta konsistensi dalam menyampaikan informasi yang positif dan faktual.
"Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas publikasi Lapas Bandanaira. Setiap informasi yang dipublikasikan harus melalui proses yang cermat agar tetap akurat, menarik, dan sesuai dengan tugas serta fungsi Pemasyarakatan," tegasnya.
Artikel ini merupakan kiriman dari akun lembaga yang identitas pengelolanya telah diverifikasi oleh Distrik Banten News. Isi kiriman merupakan tanggung jawab pengelola akun dan telah melalui proses moderasi sesuai kebijakan platform.