Meskipun membutuhkan penelitian historis lebih lanjut untuk mencari dokumen penghubung yang pasti, keselarasan nama, wilayah asal sang komikus, serta latar belakang budaya lokal membuat teori hubungan ini menjadi sangat masuk akal bagi para pencinta sejarah.
Kolaborasi Maestro di Balik Lembar Cergam
Kisah ketokohan Rabin menarik perhatian dua figur besar dalam industri kreatif masa itu. Keterangan pada halaman dalam komik membuktikan bahwa cergam ini lahir dari kolaborasi:
- Ilustrator: Toha-Iskandar (Paris Iskandar/Sim Kim Toh). Sebagai komikus legendaris Nusantara klasik yang lahir dan tumbuh besar di Tangerang, Toha memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan kisah-kisah jawara dari tanah kelahirannya sendiri.
- Penulis Naskah: Zaidin Wahab, sastrawan sekaligus wartawan senior Pos Kota yang terkenal piawai dalam menggali serta menuliskan epos jagoan lokal bercorak budaya Betawi dan wilayah penyangga.
Melalui naskah Zaidin Wahab dan goresan tinta khas Toha, nama besar Rabin diabadikan dari cerita mulut ke mulut menjadi sebuah karya visual yang epik.
Garis Waktu dan Penerbitan
Berdasarkan dokumen yang ada, komik Rabin Pendekar Golok Tjiomas merupakan produk budaya penting yang lahir pada awal dekade 1970-an:
- Tahun Terbit & Otorisasi: Melalui stempel pemeriksaan resmi dari Seksi Bina Budaja KOMDAK VII DJAJA dengan Nomor Pendaftaran 199/BB/L.B.K./70, komik ini resmi dinyatakan lolos sensor pada 27 Juni 1970. Saat komik terbit, Rabin bin Amat diperkirakan berusia sekitar 82 tahun dan masih hidup sebagai sosok jawara terpandang.
- Penerbit: UP. Sastra Kumala (San Agency), salah satu penerbit besar yang menjadi motor penggerak zaman keemasan cergam klasik Indonesia.