Garut, 16 September 2026 — Semangat untuk memberikan ruang belajar yang lebih luas bagi peserta didik terus dikembangkan oleh MIS Ar-Raudhotun Nur. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pembukaan kelas tambahan Matematika yang diperuntukkan bagi siswa yang memiliki minat dan ketertarikan lebih terhadap mata pelajaran tersebut.
Kegiatan ini digagas dan dibimbing langsung oleh Insan Faisal Ibrahim, S.Pd., Gr., selaku guru kelas 6 sekaligus Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum. Kelas tambahan tersebut menjadi ruang belajar alternatif bagi siswa untuk memperdalam pemahaman Matematika di luar pembelajaran reguler.
Kelas tambahan ini dilaksanakan dengan suasana yang lebih fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut memang masih terbatas dan jumlahnya hanya hitungan jari.
Namun, keterbatasan jumlah peserta tidak menjadi penghalang bagi guru maupun siswa untuk menciptakan proses belajar yang aktif. Justru dengan jumlah peserta yang sedikit, pendampingan dapat dilakukan secara lebih intensif sehingga guru dapat mengetahui bagian materi yang masih belum dipahami oleh setiap siswa.
“ Kelas tambahan ini kami buka sebagai bentuk apresiasi kepada siswa yang memang memiliki ketertarikan terhadap Matematika dan ingin belajar lebih jauh. Jumlah peserta bukan menjadi ukuran utama, tetapi semangat mereka untuk belajar yang jauh lebih penting,” ujar Insan.
Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya diarahkan untuk menghafal rumus atau menyelesaikan soal secara mekanis. Mereka diberikan kesempatan untuk memahami konsep, mencoba berbagai cara penyelesaian, berdiskusi, serta mengembangkan keberanian dalam menghadapi soal yang membutuhkan penalaran.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa melihat Matematika bukan sebagai mata pelajaran yang sulit, melainkan sebagai bagian dari kehidupan yang dapat dipelajari melalui proses berpikir yang logis dan sistematis.
“ Kami ingin anak-anak memiliki pengalaman bahwa belajar Matematika itu bisa menyenangkan. Ketika mereka menemukan cara menyelesaikan sebuah persoalan dan berhasil memahaminya, ada kepuasan tersendiri yang dapat mendorong mereka untuk terus belajar ,” jelas Insan.
Menurut Insan, kelas tambahan juga menjadi salah satu cara untuk memberikan layanan pembelajaran yang lebih beragam kepada peserta didik. Setiap anak memiliki minat, kemampuan, dan kecepatan belajar yang berbeda. Oleh karena itu, madrasah perlu memberikan ruang yang memungkinkan siswa mengembangkan potensinya sesuai dengan ketertarikan masing-masing.
Kelas tambahan tidak dimaksudkan untuk membebani siswa dengan kegiatan akademik tambahan, tetapi menjadi wadah bagi mereka yang memiliki keinginan untuk belajar lebih dalam.
“ Kami tidak ingin kelas tambahan menjadi beban. Prinsipnya adalah memberikan ruang bagi siswa yang ingin berkembang. Kalau mereka datang karena memiliki kemauan sendiri, proses belajarnya akan terasa lebih bermakna,” ungkapnya.
Ke depan, MIS Ar-Raudhotun Nur berencana mengembangkan konsep kelas tambahan tidak hanya pada mata pelajaran Matematika. Mata pelajaran lain juga akan dipertimbangkan untuk mendapatkan ruang pembelajaran tambahan sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya madrasah dalam memberikan pelayanan pendidikan yang lebih adaptif dan mendorong budaya belajar di kalangan peserta didik.
“ Insyaallah ke depan bukan hanya Matematika. Jika kebutuhan dan minat siswa berkembang, kami juga akan membuka kelas tambahan untuk mata pelajaran lainnya. Harapannya, setiap anak memiliki kesempatan untuk menemukan bidang yang mereka sukai dan mengembangkannya secara bertahap,” tutur Insan.
Meskipun dimulai dari jumlah peserta yang masih terbatas, kelas tambahan Matematika tersebut menjadi langkah kecil yang memiliki makna penting dalam membangun budaya belajar di madrasah.
Kehadiran siswa di luar jam pembelajaran reguler menunjukkan bahwa kesempatan belajar dapat tumbuh dari minat dan kemauan peserta didik. Bagi MIS Ar-Raudhotun Nur, ruang belajar tidak hanya terbatas pada jadwal dan kelas formal, tetapi juga dapat hadir melalui berbagai inisiatif yang mampu menjawab kebutuhan siswa.
Dari kelas kecil dengan peserta yang hanya hitungan jari, madrasah berharap tumbuh semangat belajar yang lebih besar dan menjadi inspirasi bagi lahirnya berbagai kegiatan pengembangan akademik di masa mendatang.
Artikel ini merupakan karya pengguna yang dikirim melalui platform Distrik Banten News dan telah melalui proses moderasi. Status Kontributor tidak menunjukkan keanggotaan Redaksi maupun kewenangan untuk mewakili Distrik Banten News.