Rabu, 16 September 2026

TBM MaBaR: Kecil Tempatnya, Besar Gerakan Literasinya

BAGIKAN:
TBM MaBaR: Kecil Tempatnya, Besar Gerakan Literasinya
0
TBM MaBaR: Kecil Tempatnya, Besar Gerakan Literasinya
Dokumentasi Pribadi milik Apiza Aulia


Pemanfaatan teknologi juga mulai menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Penggunaan WhatsApp sebagai media komunikasi dan PowerPoint sebagai pendukung pembelajaran menunjukkan adanya upaya untuk memperkenalkan teknologi sebagai bagian dari proses belajar.


Di sisi lain, permainan tradisional dan eksperimen sains memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak-anak. Permainan bakiak, misalnya, tidak hanya menjadi aktivitas bermain, tetapi juga dapat mengenalkan budaya sekaligus membangun kerja sama. Sementara eksperimen seperti hujan warna dan pembuatan gading gajah dari busa memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar melalui praktik dan rasa ingin tahu.


Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa literasi dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk. Anak-anak tidak harus selalu belajar melalui buku, tetapi juga dapat memperoleh pengetahuan melalui permainan, teknologi, praktik, dan interaksi bersama teman.


TBM MaBaR memiliki kegiatan rutin setiap hari Minggu. Selain membaca nyaring, anak-anak mengikuti kegiatan matematika, permainan, eksperimen, dan aktivitas edukatif lainnya. Komunitas ini juga menjalankan program TBM keliling kampung yang dilaksanakan satu kali dalam sebulan di setiap dusun.


Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan kegiatan literasi kepada masyarakat. Dengan mendatangi lingkungan warga, kegiatan TBM tidak hanya menunggu anak-anak datang ke tempat baca, tetapi juga berusaha membawa aktivitas literasi lebih dekat kepada mereka.


Dari kegiatan yang dilakukan, terlihat adanya upaya mengembangkan beberapa bentuk literasi sekaligus. Literasi digital dikenalkan melalui penggunaan teknologi, literasi budaya melalui permainan tradisional, sedangkan literasi sains dikembangkan melalui berbagai eksperimen sederhana.


Pendekatan seperti ini cukup relevan dengan kebutuhan anak-anak saat ini. Mereka tidak hanya membutuhkan kemampuan untuk membaca, tetapi juga perlu dibiasakan berpikir, mencoba, bertanya, berkreasi, dan bekerja sama.


Namun, di balik berbagai kegiatan tersebut, TBM MaBaR masih menghadapi tantangan. Berdasarkan hasil wawancara, keberadaan komunitas ini belum banyak diketahui oleh masyarakat, khususnya anak-anak. Kondisi tersebut menjadi perhatian penting karena keberhasilan sebuah gerakan literasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas kegiatan, tetapi juga oleh sejauh mana kegiatan tersebut dapat dikenal dan diakses oleh masyarakat.

Bukan Sekadar di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Batang Unjuk Karya di Festival Literasi
Artikel Selanjutnya

Bukan Sekadar di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Batang Unjuk Karya di Festival Literasi

Kontributor: Ghefira Lia Editor: Yustinus Aguspriyanto
Diterbitkan: 15 September 2026, 13:59 WIB · Diperbarui: 16 September 2026, 12:59 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Gunung Anak Krakatau Meningkat, Disdik Lebak Terapkan Pembelajaran Dari Rumah

Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 22:22 WIB

Mahasiswa KKN UPGRIS Motivasi dan Dampingi Anak Usia Dini Mengaji di Mushola Nurul Huda Desa Pundenarum

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Sabtu, 5 September 2026 | 22:31 WIB

Peserta Magang di Lapas Bandanaira Dampingi Warga Binaan Perdalam Al-Qur'an

Konten dari Pengguna Siaran Pers Rabu, 2 September 2026 | 12:35 WIB

Pembinaan Literasi, Lapas Bandanaira Ajari Warga Binaan Baca Tulis ‎

Konten dari Pengguna Siaran Pers Selasa, 1 September 2026 | 13:35 WIB

KKN Tematik UNIGA Gelar Green Village Edukatif di Desa Pamalayan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 1 September 2026 | 11:28 WIB

RABU, Gerakan Literasi Pagi di SMKN 1 Cilegon untuk Tingkatkan Minat Baca Siswa

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 21:31 WIB