Pemprov Banten Gandeng Konten Kreator Perangi Hoaks
SERANG - Di tengah derasnya arus informasi yang setiap detik membanjiri media sosial, masyarakat kini dihadapkan pada persoalan baru. Bukan lagi soal sulitnya mendapatkan informasi, melainkan bagaimana membedakan informasi yang benar dengan kabar yang menyesatkan.
Berangkat dari kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Banten bersama Influencer Content Creator Network (ICN) Banten mendorong gerakan literasi digital dan kampanye antihoaks agar masyarakat semakin cerdas dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
Upaya itu dilakukan melalui workshop bertajuk “Peningkatan Literasi Digital dan Kampanye Gerakan Antihoaks” yang digelar di Pokel Garden Resto, Kota Serang, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari kreator konten, mahasiswa, perwakilan BUMN dan BUMD, hingga pengelola media sosial serta situs web Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten, Beni Ismail, mengatakan perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat mencari dan menyebarkan informasi.
Menurutnya, hampir setiap orang kini dapat menjadi penyebar informasi hanya melalui telepon genggam. Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan besar karena tidak semua informasi yang beredar memiliki sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Media sosial menjadi ajang bagi masyarakat untuk mencari dan memberikan informasi. Persoalannya, apakah informasi itu benar dan dapat dipercaya,” kata Beni.
Ia menilai, tantangan terbesar saat ini bukan kekurangan informasi. Sebaliknya, masyarakat justru dibanjiri begitu banyak informasi dari berbagai sumber.