Pemprov Banten Gandeng Konten Kreator Perangi Hoaks
“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi bisa melahirkan kolaborasi dan gerakan bersama untuk melawan hoaks,” ujar Intan.
Ia menilai kreator konten memiliki peran yang sangat penting dalam gerakan literasi digital. Selain memiliki jangkauan yang luas, kreator konten juga memiliki kedekatan dengan berbagai kelompok masyarakat.
Pesan-pesan edukasi yang dikemas secara kreatif dinilai akan lebih mudah diterima, terutama oleh generasi muda yang aktif menggunakan berbagai platform media sosial.
Karena itu, gerakan melawan hoaks tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau lembaga tertentu. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk tidak langsung mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Kebiasaan sederhana seperti memeriksa sumber informasi, membandingkan berita dari media yang kredibel, serta tidak terburu-buru membagikan informasi menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran hoaks.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan ekosistem kreator digital, ruang informasi publik diharapkan dapat menjadi lebih sehat dan bermanfaat.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, literasi digital bukan lagi sekadar kemampuan menggunakan media sosial. Lebih dari itu, masyarakat dituntut untuk mampu berpikir kritis, memahami informasi, serta bertanggung jawab atas setiap konten yang dibuat maupun dibagikan.
Workshop yang digelar di Kota Serang tersebut menjadi salah satu upaya untuk membangun kesadaran bersama bahwa melawan hoaks membutuhkan peran semua pihak. Pemerintah, kreator konten, media, dan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga ruang digital agar tidak dipenuhi informasi palsu.