Maka, mari kita jadikan momentum evaluasi ini sebagai titik balik untuk memperkuat barisan. Baik melalui mekanisme AHWA, formatur kolektif, maupun musyawarah mufakat, substansinya tetap satu: menjaga keutuhan rumah besar kita.
Pemimpin yang arif akan merangkul yang kalah, dan kader yang berjiwa besar akan mendukung yang menang demi kemaslahatan jam’iyah. Wallahualam.
*Ocit Abdurrosyid Siddiq adalah Ketua Bidang Humas dan Media Pengurus Besar Mathla’ul Anwar.