Konten Redaksi
TIDAK KENAL GENGSI PEMUDA SINDANGSARI SEMANGAT BERTANI
Rabu, 18 Januari 2023 | 14:08 WIB
DBN - LEBAK
Rabu, 18/1/2023. Sebagian besar pemuda desa memilih hidup merantau ke Jakarta untuk mencari pengalaman dan penghasilan yang lebih menjanjikan ketimbang mengikuti jejak orang tua sebagai petani. Dikutip dari sebuah jurnal sosial ekonomi dan kebijakan pertanian, (agriekonomika volume 8, nomor 2, 2019) ada berbagai alasan yang menjadi penyebab menurunnya minat pemuda untuk bekerja di sektor pertanian, salah satunya adalah sektor pertanian memiliki citra yang kurang bergengsi dengan teknologi yang belum maju dan belum
dapat memberikan pendapatan yang memadai. Sektor pertanian di Indonesia mayoritas masih menggunakan teknologi yang tradisional dan adopsi teknologi yang masih rendah, sedangkan di sektor industri dan jasa teknologi sudah sangat maju sehingga banyak pemuda yang tertarik untuk bekerja di sektor tersebut.
Selain itu, rendahnya pendapatan, risiko yang tinggi pada usaha pertanian dan keuntungan yang tidak mencukupi dibandingkan dengan usaha di sektor lain membuat pertanian menjadi pilihan terakhir dibandingkan pekerjaan lain (Umunnakwe dkk., 2014)
Hal ini dirasakan oleh pemuda Desa Sindangsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak-Banten. Abdul Kodir, Seorang mahasiswa pertanian Universitas Terbuka mengaku minat dalam menempuh pendidikan sektor pertanian juga begitu minim sehingga kita kekurangan petani yang berintegritas. Padahal potensi di daerah kita umumnya di Kabupaten Lebak untuk sektor pertanian begitu tinggi. Dia juga menceritakan kegundahannya dalam berkarya di sektor ini.
"Banyak yang bertanya kepada saya kenapa harus memilih jurusan pertanian? ya kenapa tidak, karena bapak saya petani, biaya hidup keluarga dan pendidikan saya juga dari hasil pertanian," ujar pemuda 26 tahun itu.
Meskipun bekerja di sebuah perusahaan otomotif di Rangkasbitung, kini dia menggarap lahan sekitar rumahnya untuk menjadi ladang yang lebih produktif. Dengan memanfaatkan hari libur kerja atau sepulang dan sebelum bekerja dia merawat tanaman di kebun samping rumahnya. ditemani seorang sahabat yang berprofesi sebagai fotografer, tanpa kenal gengsi semangatnya mengubah lahan tidur menjadi lahan yang hijau mulai nampak. Tentu saja ini bukan hanya bisa menambah penghasilannya dan meminimalisir angka belanja namun juga menjadi harapan tumbuhnya minat bertani pemuda desa.
( Red Mardiana )
Diterbitkan: 18 Januari 2023, 14:08 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB
Berikan Opinimu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Terkini
Konsolidasi ke Lebak Selatan, Ketua PWI Banten Tekankan Profesionalisme Wartawan
Konten Redaksi Jumat, 25 September 2026 | 21:17 WIBSukses Panen Melon Premium, Kadin Lebak Perkuat Kemitraan dengan Petani
Konten Redaksi Minggu, 20 September 2026 | 18:33 WIBGunung Anak Krakatau Meningkat, Disdik Lebak Terapkan Pembelajaran Dari Rumah
Konten Redaksi Minggu, 6 September 2026 | 22:22 WIBBukan Sekadar Lomba Senam, Wagub Dimyati Titip Pesan Persatuan untuk Generasi Muda
Konten Redaksi Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:08 WIBSemangat Kemerdekaan di Lebak, Ribuan Pekerja Rentan hingga Veteran Terima Bantuan
Konten Redaksi Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:38 WIBDari Lebak untuk Indonesia, Jambore Pemuda Ketahanan Pangan Didukung Andra Soni
Konten Redaksi Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:52 WIBDari Pohon Aren ke Pasar Dunia, Gula Lebak Jadi Mesin Ekonomi Masyarakat
Konten Redaksi Senin, 10 Agustus 2026 | 18:04 WIBBak Legenda Sangkuriang, 42 Jembatan Gantung di Lebak Rampung Hanya dalam 3 Bulan
Konten Redaksi Selasa, 4 Agustus 2026 | 10:10 WIBAMBAS Desak Satpol PP Tutup Batching Plant di Sawah Produktif Malingping
Konten Redaksi Rabu, 29 Juli 2026 | 13:10 WIBDugaan Penculikan Aktivis Lebak, Ketua DPRD Tegaskan Tak Pernah Beri Perintah
Konten Redaksi Senin, 20 Juli 2026 | 15:16 WIBPerjuangan Tak Mengkhianati Hasil, Guru Cacang Mulai Rasakan Buah Keikhlasan
Konten Redaksi Senin, 20 Juli 2026 | 14:16 WIBNyalakan notifikasi untuk mendapatkan update berita terkini dari Distrik Banten News.
