“ Kami juga terus memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya membakar sampah dengan sengaja. Sampah tidak boleh hanya dianggap selesai ketika sudah dibakar. Ada dampak terhadap udara dan lingkungan yang harus dipahami oleh anak-anak. Karena itu, lebih baik kita belajar memilah dan mengelola sampah sesuai dengan jenis dan manfaatnya, ” jelas Mutiara.
Dalam pelaksanaannya, MIRUN mendorong siswa untuk mengenali karakteristik sampah yang mereka hasilkan setiap hari. Sampah yang masih memiliki nilai guna, seperti sejumlah jenis plastik, kertas, kardus, dan material tertentu, diarahkan untuk dipilah sehingga dapat dimanfaatkan kembali atau didaur ulang. Sementara itu, sampah organik seperti sisa makanan, daun kering, dan bahan alami lainnya dapat dikelola sesuai karakteristiknya, termasuk dimanfaatkan sebagai bahan kompos atau keperluan lain yang mendukung pengelolaan lingkungan. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar membuang sampah, tetapi juga memahami bahwa sampah memiliki jenis, karakteristik, dan cara penanganan yang berbeda.
Pembiasaan tersebut diharapkan dapat membentuk pola pikir baru di kalangan siswa. Sampah tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang harus segera disingkirkan, melainkan sebagai bagian dari persoalan lingkungan yang harus dikelola secara bijak. Pemilahan sejak dari sumber menjadi langkah penting karena dapat mempermudah proses pengolahan sekaligus mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan. Kebiasaan sederhana tersebut apabila dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga madrasah akan memberikan dampak yang lebih besar terhadap kebersihan lingkungan.
Waka Kurikulum MIS Ar-Raudhotun Nur, Insan Faisal Ibrahim, S.Pd., Gr., menegaskan bahwa MIRUN tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan kebersihan biasa, tetapi diarahkan menjadi salah satu program unggulan madrasah yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, program lingkungan akan memberikan hasil yang lebih kuat apabila dipadukan dengan pendidikan karakter dan pembiasaan dalam kehidupan siswa.
“ MIRUN kami dorong menjadi salah satu program unggulan madrasah dalam jangka panjang. Tujuannya bukan sekadar membuat lingkungan terlihat bersih, tetapi bagaimana siswa memiliki karakter peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ketika anak terbiasa memilah dan mengelola sampah sejak di madrasah, harapannya kebiasaan itu juga terbawa ke rumah dan lingkungan masyarakat, ” ungkap Insan.
Selain itu, Insan menjelaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian penting dalam proses pendidikan. Madrasah tidak hanya memiliki tugas memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk sikap dan karakter siswa agar mampu menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan yang ada di lingkungan sekitarnya. Melalui MIRUN, nilai tanggung jawab, disiplin, gotong royong, kepedulian, dan kesadaran terhadap lingkungan dapat ditanamkan melalui kegiatan yang konkret dan dekat dengan kehidupan siswa.