“Kami terus mendorong penguatan kemitraan SMK dengan dunia usaha dan dunia industri agar lulusan memiliki kompetensi, karakter dan daya saing untuk bekerja maupun berwirausaha,” jelas Jamaluddin.
Dalam agenda peresmian tersebut, Andra Soni juga menyerahkan berbagai bantuan sosial dan bantuan pendidikan kepada masyarakat.
Bantuan yang disalurkan antara lain sembako, bantuan pendidikan bagi anak yatim piatu, bantuan untuk guru ngaji, musala dan masjid di sekitar sekolah, bantuan sosial anak, bantuan bagi penyandang disabilitas, lanjut usia terlantar, jaminan sosial keluarga, hingga bantuan usaha ekonomi produktif.
Selain itu, pemerintah juga menyerahkan beasiswa Program Sarjana Penggerak Desa melalui bantuan keuangan desa, bantuan pangan berupa beras, serta bantuan kacamata baca gratis bagi siswa.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan peninjauan Pelayanan Terpadu Satu Pintu serta pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis bagi siswa dan siswi.
Berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerataan pendidikan tidak hanya berbicara tentang membangun sekolah, tetapi juga memastikan anak-anak Banten memperoleh dukungan yang memadai untuk belajar dan berkembang.
Dengan pembangunan USB, perluasan Program Sekolah Gratis, penyediaan fasilitas pendidikan, serta penguatan kolaborasi antara Pemprov Banten dan pemerintah kabupaten/kota, akses pendidikan diharapkan semakin terbuka bagi seluruh masyarakat.
Bagi warga seperti Muhadi dan Tri Hardi, kehadiran sekolah baru bukan hanya menyelesaikan persoalan jarak. Lebih dari itu, sekolah tersebut menjadi simbol hadirnya kesempatan baru bagi anak-anak mereka untuk meraih masa depan melalui pendidikan.