Selasa, 20 Oktober 2026

Anak Sopir Truk Lulus dari ITB dengan IPK 3,98, Farhan Kini Raih Beasiswa ke Korea Selatan

BAGIKAN:
Anak Sopir Truk Lulus dari ITB dengan IPK 3,98, Farhan Kini...
0
Anak Sopir Truk Lulus dari ITB dengan IPK 3,98, Farhan Kini Raih Beasiswa ke Korea Selatan

BANDUNG - Perjalanan pendidikan Farhan Elsano Chaniago menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti mengejar pendidikan dan prestasi. Berasal dari keluarga sederhana, Farhan berhasil menyelesaikan pendidikan di Program Studi Teknik Geofisika Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan torehan IPK 3,98.

Prestasi tersebut semakin istimewa karena Farhan bukan hanya berhasil menyelesaikan kuliahnya dengan predikat summa cumlaude. Ia juga dipercaya menjadi valedictorian pada Wisuda Agustus ITB sesi pertama, sebuah posisi yang diberikan kepada lulusan berprestasi dan memberinya kesempatan menyampaikan pidato di hadapan para wisudawan.

Di balik pencapaian akademik yang nyaris sempurna itu, tersimpan kisah perjuangan keluarga yang sangat kuat. Farhan merupakan putra Aguswandi, seorang sopir truk tronton asal Subang yang setiap hari bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Selama menempuh pendidikan tinggi, Farhan juga mendapatkan dukungan melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Beasiswa tersebut menjadi salah satu jalan yang membantunya mewujudkan impian mengenyam pendidikan di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Bagi Farhan, perjalanan menuju ITB pada awalnya bukan sesuatu yang mudah dibayangkan. Namun, keinginan untuk belajar dan dukungan keluarga membuatnya terus melangkah hingga akhirnya mampu berdiri di podium wisuda sebagai salah satu lulusan terbaik.

Dalam pidato wisuda yang disampaikan pada 27 Agustus 2026, Farhan secara khusus mengenang sosok ayahnya. Ia menggambarkan sang ayah sebagai pribadi yang tidak banyak berbicara, tetapi justru memberikan pelajaran kehidupan melalui kerja keras dan ketekunannya.

Ayah Farhan setiap hari berada di balik kemudi truk. Panas matahari, perjalanan panjang, hingga harus pulang larut malam menjadi bagian dari rutinitasnya dalam mencari nafkah.

Bagi Farhan, perjuangan sang ayah bukan sekadar pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dari situlah ia belajar mengenai arti tanggung jawab, kesabaran, dan pantang menyerah.

“Banten Merebut Garuda” Dimulai, 106 Pelajar Disiapkan Tembus Kampus Dunia
Artikel Selanjutnya

“Banten Merebut Garuda” Dimulai, 106 Pelajar Disiapkan Tembus Kampus Dunia

Diterbitkan: 31 Agustus 2026, 09:49 WIB · Diperbarui: 31 Agustus 2026, 09:49 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Mahasiswa Sistem Komputer UNPAM Kampus Kota Serang Tingkatkan Kesadaran Cybersecurity Siswa SMA Negeri 1 Kragilan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 20 Oktober 2026 | 02:06 WIB

Andra Soni Ceritakan Perjuangan Kuliah hingga Jadi Gubernur Banten

Konten Redaksi Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:18 WIB

Andra Soni Raih Penghargaan Al Khairiyah, Dorong Mengaji Jadi Muatan Lokal

Konten Redaksi Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:41 WIB

Mengapa Kita Beralih dari Radio ke Spotify? Mahasiswa Komunikasi Berbagi Wawasan ke Maba

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Menanam Cinta Al-Qur’an Sejak Dini, MIS Ar-Raudhotun Nur Perkuat Program Unggulan Tahfidz

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:27 WIB

Siswa Kelas V dan VI MIS Ar-Raudhotun Nur Ikuti Survei KBC, Suarakan Pengalaman Belajar di Madrasah

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:03 WIB

MIS Ar-Raudhotun Nur Ikuti Survei Sahabat KBC Batch 1 untuk Evaluasi Kurikulum Berbasis Cinta

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:51 WIB

Pengabdian Guru PAUD dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Konten dari Pengguna Opini Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:07 WIB