Optimisme tersebut sejalan dengan perkembangan kinerja Bank Banten dalam beberapa tahun terakhir. Perseroan mencatat pertumbuhan laba bersih secara konsisten.
Pada akhir 2023, laba bersih Bank Banten tercatat Rp26,59 miliar. Angka tersebut meningkat menjadi Rp39,33 miliar pada 2024 dan kembali tumbuh hingga mencapai Rp52,53 miliar pada 2025.
Kinerja positif tersebut berlanjut hingga semester pertama 2026. Per 30 Juni 2026, Bank Banten membukukan laba bersih Rp21,4 miliar. Capaian itu meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka Rp6,3 miliar.
Pertumbuhan laba tersebut turut ditopang oleh peningkatan sejumlah indikator utama perseroan. Aset Bank Banten hingga semester I 2026 mencapai Rp10,4 triliun atau tumbuh 21,91 persen secara tahunan.
Dari sisi penyaluran kredit, perseroan mencatat pertumbuhan sebesar 43,25 persen hingga mencapai Rp5,9 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 15,48 persen menjadi Rp6,8 triliun.
Tak hanya pertumbuhan bisnis, kualitas kredit Bank Banten juga menunjukkan perbaikan. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Gross turun dari 7,07 persen menjadi 4,38 persen.
Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami mengatakan, relokasi Kantor Cabang Pandeglang menjadi momentum penting bagi perseroan. Terlebih, langkah tersebut bertepatan dengan perayaan satu dekade atau 10 tahun perjalanan Bank Banten yang juga ditandai dengan peluncuran logo baru sebagai simbol transformasi perusahaan.
“Kami berharap dengan tempat yang strategis dan representatif ini, kinerja cabang makin baik. Peningkatan kinerja ke depan akan sangat ditentukan oleh koordinasi dan sinergi yang kuat antara Bank Banten, Pemkab Pandeglang, serta masyarakat,” ujar Busthami.